CEO dan pendiri Qlapa, Benny Fajarai.
CEO dan pendiri Qlapa, Benny Fajarai.

Bisnis tak Untung, Qlapa Tutup

Teknologi startup
Ellavie Ichlasa Amalia • 06 Maret 2019 11:30
Jakarta:Qlapa tutup. Hal ini diumumkan melalui halaman Facebook resmi pada 2 Maret.
 
"Kami tidak dapat membuat Qlapa menjadi bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan," tulis Qlapa dalam halaman resmi Facebook miliknya.
 
Qlapa adalah startup yang menyediakan marketplace untuk kerajinan tangan. Berdiri selama hampir empat tahun, mereka mengklaim telah membantu "menyalurkan puluhan miliar rupiah hasil penjualan kepada para perajin", tulis Qlapa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, aplikasi Qlapa juga mendapatkan penghargaaan sebagai "Aplikasi Unik Terbaik" di Google Play. Menurut Tech in Asia, rumor bahwa Qlapa akan tutup telah mulai beredar pada awal tahun ini. Ketika itu, CTO dan salah satu pendiri Qlapa, Fransiskus Xaverius mengganti statusnya di LinkedIn.
 
Pada 2016, Medcom.id sempat mewawancara CEO dan pendiri Qlapa, Benny Fajarai. Ketika itu, dia menjelaskan bahwa alasannya mendirikan Qlapa adalah karena dia melihat bahwa ada banyak pembuat kerajinan tangan yang belum bisa memanfaatkan internet untuk memasarkan produknya. Padahal, kerajinan tangan buatan perajin Indonesia juga diminati oleh orang asing.
 
Benny kemudian melakukan riset. Dia menemukan bahwa industri kerajinan tangan memiliki pasar yang besar. Selain itu, pemerintah juga sudah mendukung para perajin Indoensia. Sayangnya, dia menganggap industri ini belum dieksplorasi lebih dalam.
 
"Dukungan dari pemerintahnya sudah ada, tapi dari anak mudanya juga harus bergerak, akhirnya kita bikin Qlapa," katanya ketika itu.
 
Dalam unggahan di Facebook, Qlapa menyebutkan bahwa misi mereka untuk memajukan produk kerajinan tangan di Indonesia akan tetap dilanjutkan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif