CEO dan Pendiri Huawei, Ren Zhengfei. (Photo by HANDOUT / HUAWEI / AFP)
CEO dan Pendiri Huawei, Ren Zhengfei. (Photo by HANDOUT / HUAWEI / AFP)

Pendiri Huawei Tegaskan Tolak Permintaan Data dari Beijing

Teknologi huawei
Ellavie Ichlasa Amalia • 21 Januari 2019 14:58
Jakarta:Huawei tidak akan membiarkan pemerintah Tiongkok mengakses data pelanggan, meski jika mereka memintanya. Hal ini diungkapkan oleh CEO dan pendiri Huawei pada minggu lalu, di tengah tekanan politik dari Amerika Serikat.
 
Kepada media internasional, CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei membahas tentang kekhawatiran dari pemerintah AS, yang menyebutkan bahwa peralatan dari Huawei bisa digunakan oleh pemerintah Tiongkok untuk menyadap jaringan telekomunikasi sebuah negara.
 
Ren, yang berbicara dalam bahasa Mandarin dan perkataannya diterjemahkan oleh seorang penerjemah, berkata bahwa Huawei tidak akan memberikan data pelanggan pada Beijing, lapor CNBC.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Soal keamanan siber dan perlindungan privasi, kami berkomitmen untuk melindungi pelangan kami. Kami tidak akan mengacaukan sebuah negara atau seorang individu," kata Ren pada para wartawan yang berkumpul di markas Huawei di Shenzhen, Tiongkok.
 
"Kementerian Urusan Luar Negeri telah mengklarifikasi bahwa tidak ada peraturan di Tiongkok yang memaksa perusahaan untuk memasang backdoor di produknya. Huawei dan saya sendiri tidak pernah mendapatkan permintaan dari pemerintah untuk menyediakan informasi rahasia," kata Ren.
 
Ren adalah mantan tentara di Tentara Pembebasan Rakyat dan kini merupakan anggota Partai Komunis. Selama bertahun-tahun, hubungan antara perusahaan dan afiliasi politiknya selalu dipertanyakan. Meskipun begitu, Ren mengatakan bahwa kedekatannya dengan partai pemimpin di Tiongkok tidak akan memengaruhi tekadnya untuk melawan pemerintah jika mereka meminta data pelanggan Huawei.
 
"Prioritas utama entitas bisnis adalah pelanggan, fokus pada pelanggan. Kami adalah perusahaan bisnis, jadi kami harus mematuhi peraturan di dunia bisnis. Dalam konteks itu, saya tidak melihat hubungan antara kepercayaan politik saya dengan keputusan yang akan kami ambil sebagai entitas bisnis," kata Ren.
 
"Dan saya kira, saya telah menekankan, kami akan menolak untuk memenuhi permintaan akan data pelanggan," ujarnya.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif