Country Manager Red Hat Indonesia Vony Tjiu.
Country Manager Red Hat Indonesia Vony Tjiu.

Visi Baru Red Hat Percepat Konsep Hybrid Cloud Secara Luas

Arif Wicaksono • 31 Juli 2025 21:17
Jakarta: Red Hat menegaskan posisinya dalam menjembatani kebutuhan teknologi masa depan dengan pendekatan platform hybrid cloud yang fleksible untuk kecerdasan buatan manapun.
 
 
Dalam media briefing yang diselenggarakan pada Rabu, 30 Juli 2025, Vony Tjiu, Country Manager Red Hat Indonesia, memperkenalkan visi baru perusahaan untuk era Kecerdasan Buatan (AI): "Any model. Any accelerator. Any cloud". 
 
Dia menuturkan pesan ini merepresentasikan pendekatan hybrid cloud yang dirancang khusus untuk mendukung adopsi AI secara luas dan produktif, sepenuhnya didukung oleh kekuatan open source.
 
Ini menjadi langkah modern setelah Red Hat yang dikenal dengan filosofi "Any workload. Any app. Anywhere" berusaha menyesuaikan perkembangan pesat AI dan cloud yang semakin mainstream di ekonomi digital Indonesia.

Red Hat bertransformasi menjadi platform yang memungkinkan organisasi membangun AI mereka sendiri dengan lebih cepat.
 
"Kami tidak menyediakan workload, tidak menyediakan LLM-nya, tapi yang kami berikan adalah platform supaya customer bisa melakukan demokratisasi AI dengan lebih cepat," jelas Vony Tjiu. 
 
Filosofi open model dan open platform ini memberikan kebebasan nyata bagi perusahaan untuk memilih model AI terbaik, infrastruktur yang tepat, dan menjalankan beban kerja di mana pun data mereka berada.
 
Red Hat melihat AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan pendorong pertumbuhan strategis.  
Portofolio Red Hat AI memperluas nilai hybrid cloud ke seluruh jejak AI, mendukung segala jenis workload AI di mana pun, dan siap menjadi platform untuk inovasi agentic AI.
 
Dia menjelaskan salah satu inovasi kunci adalah Red Hat AI Inference Server. Vony menjelaskan inference server ini tempat semua aktivitas dan pemrosesan AI terjadi. "AI Inference Server memungkinkan penggunaan Generative AI untuk model dan akselerator apa pun di seluruh hybrid cloud," tegas dia. 
 
Menariknya, inference server ini dapat bekerja dengan sistem operasi apa pun, meskipun optimal dan fully supported jika berjalan di Red Hat Enterprise Linux (RHEL).
 
Untuk mendukung ini Red Hat telah mengakuisisi Neural Magic tahun lalu, salah satu penyedia vLLM (Virtual Large Language Model) terbesar di pasar. Dengan vLLM ini, cost per GPU menjadi lebih efisien. 
 
"Saya pikir, AI seharusnya menjadi lebih terjangkau tanpa membutuhkan resource yang lebih besar," tambah Vony.
 
Distribusi vLLM enterprise dari Red Hat ini menghadirkan interaksi AI yang lebih cepat dan berkinerja tinggi di berbagai akselerator hardware terkemuka serta model Generative AI yang berkembang pesat.
 

Solusi Terintegrasi

RHEL AI dan OpenShift AI kemampuan baru telah ditambahkan ke Red Hat OpenShift AI dan Red Hat Enterprise Linux AI (RHEL AI) untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan skalabilitas, efisiensi, dan fleksibilitas dalam menjalankan AI di mana pun data mereka berada.
 
Dioptimalkan khusus untuk berjalan di atas GPU, RHEL AI mempercepat dan membuat proses inference server menjadi lebih murah, khususnya bagi pelanggan yang menggunakan GPU untuk AI mereka.
 
OpenShift AI memudahkan tim IT, baik di sisi data maupun aplikasi, untuk bekerja di satu platform yang sama. Ini mengatasi masalah standardisasi, tata kelola (governance), dan keamanan. "Dengan OpenShift AI, seluruh lifecycle aplikasi berbasis AI, mulai dari tuning model, trending, hingga launching ke production, dapat dimonitor dengan baik," tegas dia. 
 
Red Hat secara konsisten mempertahankan posisinya di pasar hybrid cloud, menjembatani investasi IT masa lalu dengan kebutuhan masa depan, yaitu AI.  Keamanan menjadi prioritas utama, dengan enterprise open source yang sudah memiliki embedded security di setiap layer. 
 
Red Hat juga menyediakan updated patches secara konsisten, mendorong customer untuk selalu menggunakan versi terbaru dengan security patches terkini. vBahkan, untuk beberapa customer yang memiliki tantangan dalam memperbarui versi, Red Hat menyediakan extended life cycle dan tetap mendukung versi sebelumnya
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan