Dengan semakin populernya teknologi AI (Artificial Intelligence), banyak orang yang khawatir robot akan membuat manusia kehilangan pekerjaan mereka.
Sementara di bidang kuliner, Ed Rensi, mantan bos McDonald, juga pernah mengatakan bahwa restoran itu seharusnya mulai menggunakan robot untuk menggantikan pekerja agar dapat mengurangi biaya operasional.
Apa yang Momentum Machines lakukan ini justru memperkuat kekhawatiran bahwa manusia akan kehilangan pekerjaaan karena keberadaan robot.
Menurut IB Times, robot buatan Momentum akan dapat membuat burger dari nol, mulai dari memasak daging hingga menambahkan topping. Bagi para pelanggan, keberadaan robot ini berarti mereka akan mendapatkan burger dengan lebih cepat dengan harga yang lebih murah. Selain itu, kemungkinan terjadinya robot membuat pesanan yang salah juga berkurang.
Meskipun area dapur akan dikuasai sepenuhnya oleh robot, Momentum masih mencari pekerja manusia untuk mengambil pesanan, membersihkan restoran dan mengurus suplai makanan.
Tech Insider melihat sebuah lowongan pekerjaan untuk mencari pekerja yang terorganisir, tidak takut kotor (karena robot di restoran ini tetap perlu dibersihkan) dan tertarik untuk belajar hal baru seperti pengembangan produk dan software troubleshooting.

Momentum Machines merilis desain robot burger buatan mereka di tahun 2012. Ketika itu, mereka memperlihatkan desain mesin yang dapat mengerjakan semua proses pembuatan burger, mulai dari menggiling daging, memotong bahan masakan, hingga memasaknya.
Robot akan mulai bekerja setelah pelanggan memasukkan pesanan mereka. Robot ini bahkan dapat membuat burger dengan daging campuran.
"Alat kami yang pertama membuat burger dari nol tanpa bantuan manusia," tulis Momentum Machines pada situsnya. "Burger ini dibuat masih segar dan dapat dikustomisasi dengan berbagai produk, bumbu dan saos. Menawarkan burger seenak ini dengan harga begitu terjangkau adalah hal yang mustahil tanpa bantuan robot kuliner."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News