Aplikasi Muslim Go resmi dirilis di Indonesia dan mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Aplikasi Muslim Go resmi dirilis di Indonesia dan mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Aplikasi Muslim Go Dapat Sertifikat dari Kementerian Agama

Lufthi Anggraeni • 06 Mei 2018 09:46
Jakarta: Aplikasi Muslim Go resmi diluncurkan di Indonesia, dan diklaim sebagai aplikasi penyedia layanan keagamaan dan panduan terkait agama Islam pertama, dengan font Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia yang telah disertifikasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
 
“Muslim GO telah membantu rekan-rekan Muslim dan dunia lebih baik melalui inovasi teknologi dan operasi lokal yang mendalam untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Muslim GO telah menyediakan berbagai macam layanan agama dan kehidupan bagi para pengguna Muslim Indonesia,” kata Muchlis Hanafi, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al- Qur'an, Kementerian Agama.
 
Aplikasi Muslim Go terfokus pada dunia Muslim dan telah dirilis di sejumlah negara di luar Asia Tenggara seperti Pakistan, Tiongkok, dan India. Muslim Go dilaporkan telah diunduh sebanyak lebih dari 2,5 juta kali di Indonesia, dan melayani sebanyak lebih dari satu juta pengguna aktif.

Dengan berbagai konten yang disuguhkannya, Muslim Go yang diwakili oleh Marketing Manager Muslim Go Indonesia Jarot Utomo berharap penganut agama Islam tidak sekadar menggunakan aplikasi ini sebagai alat, namun juga sebagai aplikasi penting dalam keseharian mereka.
 
Sebagai informasi, aplikasi Muslim Go berbekal fitur layanan keagamaan termasuk jadwal waktu salat, Al-Qur'an digital, kalender Islam, arah kiblat, dan lainnya. Selain itu, aplikasi ini juga menyuguhkan konten terkait agama Islam seperti ceramah agama, berita, video, dan gaya hidup.
 
Muslim Go turut menyediakan fitur yang mampu merekomendasikan pengguna lokasi tempat beribadah terdekat seperti masjid atau musholla, serta restoran halal. Kehadiran aplikasi ini juga menjadi pendekatan yang ditempuh Muslim Go untuk dapat menjangkau masyarakat muda atau kaum milenial.
 
"Dengan merambah ranah digital, kami berharap generasi milenial akan belajar lebih banyak tentang Islam, melaksanakan shalat, menambah amal, serta mempelajari Al-Qur'an sehingga mereka bisa menjadi Muslim dan Muslimah yang memiliki pengetahuan lengkap tentang Islam,” tutup Jarot.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA