Ilustrasi.
Ilustrasi.

Microsoft, Intel, Dell, dan HP Tentang Tarif Impor

Teknologi hp microsoft intel dell
Ellavie Ichlasa Amalia • 21 Juni 2019 15:39
Jakarta:Intel, HP, Microsoft, dan Dell menentang tarif yang hendak dikenakan pada barang impor dari Tiongkok, termasuk smartphone, tablet, dan komputer.
 
Keempat perusahaan itu mengirimkan surat yang menyatakan keberatan mereka akan tarif baru pada barang impor dari Tiongkok yang hendak ditetapkan oleh pemerintah Amerika Seriat. Mereka menyebutkan, hal ini akan memberikan dampak buruk pada industri dan konsumen.
 
Menurut Tom's Hardware, tarif ini kemungkinan akan diimplementasikan ketika periode liburan atau musim kembali ke sekolah, yang merupakan periode ketika orang-orang justru mencari komputer baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan-perusahaan itu juga mengatakan, konsumen yang paling terpengaruh oleh tarif ini adalah konsumen yang sensitif pada harga. Menurut mereka, skenario terbaik adalah konsumen akan tetap menggunakan komputer lama mereka, meski komputer itu tak lagi memiliki fitur terbaru. Mereka juga mengimplikasikan, ini justru memiliki kemungkinan membuat konsumen berhenti menggunakan laptop.
 
Asosiasi Teknologi Konsumen, organisasi perdagangan industri, mengatakan bahwa harga laptop dan tablet mungkin akan naik 19 persen setelah tarif diimplementasikan.
 
Empat perusahaan teknologiini juga menyebutkan bahwa secara total, mereka telah menghabiskan USD35 miliar (Rp496 triliun) untuk riset dan pengembangan pada 2017. Penetapan tarif bisa menghambat inovasi dan berisiko mengurangi pekerjaan untuk warga AS karena perusahaan dipaksa untuk menekan biaya.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif