TikTok menyelenggarakan konferensi bertajuk [REC]reate mempertemukan kreator dan pemasar konten.
TikTok menyelenggarakan konferensi bertajuk [REC]reate mempertemukan kreator dan pemasar konten.

TikTok Bantu Pengiklan Pahami Gen Z

Teknologi Tik Tok
Lufthi Anggraeni • 11 Juli 2019 09:42
Singapura: TikTok menyelenggarakan Konferensi Kreator dan Pemasaran Asia Tenggara, bertajuk [REC]reate untuk pertama kalinya. Ajang ini berisi diskusi untuk memberikan insight terkait pemasaran konten yang relevan dengan generasi muda saat ini atau Gen Z.
 
“Kami menyadari peningkatan yang stabil pada konsumsi konten berdurasi pendek di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara, terutama di kalangan generasi Z atau Gen Z yang memiliki smartphone. Karenanya, ajang ini kami selenggarakan untuk membantu kreator dan pemasar mengetahui hal yang dibutuhkan agar terhubung dengan audiens,” ujar Senior Director Global Marketing Business Solutions TikTok Ads, Lionel Sim.
 
Selain itu pada ajang ini, TikTok juga menyebut bahwa generasi muda atau Gen Z saat ini lebih menyukai konten berdurasi singkat. Sebab, berdasarkan studi Mumbrella Asia, Gen Z hanya memiliki rentang waktu untuk memperhatikan secara penuh selama delapan detik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini menjadi tantangan bagi pemasar untuk dapat menciptakan konten yang mampu meyakinkan mereka dalam waktu singkat. Durasi Gen Z terhubung ke internet yang cukup lama dalam satu hari juga disebut TikTok dapat dimanfaatkan kreator dan pemasaran konten untuk membangun kesadaran akan merek dan produk mereka.
 
Sebagai informasi, menurut survei Nora Media Group,Gen Z yang diisi oleh masyarakat dengan usia 15 tahun ke bawah terhubung ke internet setidaknya 10 jam per hari. Gen Z juga disebut lebih banyak menikmati konten berformat video.
 
Tidak hanya sebagai penikmat, Gen Z disebut memiliki karakteristik yang lebih berani dan bersemangat dalam menciptakan konten mereka. Perusahaan penelitian Kantar juga menyebut bahwa Gen Z bukanlah pemirsa yang pasif.
 
Selain itu, Gen Z juga menjadi audiens yang lebih mementingkan keaslian dari konten promosi, dan tidak mudah terpengaruh oleh nama besar yang membintangi konten promosi tersebut. Umumnya, Gen Z juga disebut lebih mudah tertarik pada konten yang dihasilkan oleh pengguna media sosial atau internet pada umumnya.
 
Hal ini dapat dimanfaatkan perusahaan untuk membangun merek melalui hubungan interaktif, dengan memberikan mereka peluang menciptakan konten yang sesuai tema merek atau produk.
 
Untuk hal ini, TikTok turut membantu menghadirkan peluang interaksi dengan audiens tersebut salah satunya melalui fitur bernama Hashtag Challenge. Fitur ini menjadi medium untuk kampanye besar yang menjadi tren TikTok, yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh merek, tapi juga pemerintah dalam membangun kesadaran.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif