Mengutip The Verge, Lego juga menggambarkan Smart Brick sebagai awal dari sistem bermain interaktif baru bertajuk SMART Play. Sebagai informasi, Smart Brick merupakan komputer mini yang terintegrasi ke dalam balok Lego ukuran standar 2x4, menghadirkan pengalaman bermain lebih responsif dan dinamis tanpa harus mengandalkan layar eksternal.
Dengan sensor cahaya, gerak, suara, serta kemampuan komunikasi melalui jaringan Bluetooth mesh, balok cerdas ini mampu mendeteksi posisi, orientasi, dan interaksi dengan balok lain kompatibel. Smart Brick dirancang untuk bereaksi terhadap lingkungan serta balok dan minifigure dengan tag khusus.
Dengan demikian, Smart Brick dapat menghasilkan efek seperti cahaya, suara, dan aksi berdasarkan konteks permainan. Lego menekankan bahwa meskipun balok ini berteknologi canggih, sistem ini tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI) atau kamera, dan tetap mempertahankan esensi bermain fisik tanpa layar.
Sensor-sensor di dalam Smart Brick dapat memicu efek berbeda tergantung pada skenario permainan. Misalnya, balok yang menjadi bagian dari pesawat ruang angkasa bisa memunculkan suara mesin saat digerakkan, sedangkan balok lain bisa menyalakan lampu atau memicu suara sesuai dengan konteks bangunan.
Fitur responsif ini menggabungkan kreativitas tradisional Lego dengan interaktivitas digital, menambah dimensi baru dalam bermain. Inovasi ini merupakan bagian dari ekosistem baru Lego SMART Play, platform yang memungkinkan pemain menggabungkan komponen tradisional Lego dengan Smart Tags dan Smart Minifigures untuk menciptakan pengalaman bermain lebih imersif.
Sebagai informasi, Smart Tags adalah potongan kecil dengan ID digital yang memberi tahu Smart Brick mengenai fungsi khusus suatu bagian, sementara Smart Minifigures membawa identitas digital unik untuk memicu respons permainan seperti dialog atau efek suara tertentu.
Komunikasi antar elemen Lego dilakukan melalui jaringan Bluetooth mesh bertajuk BrickNet, memungkinkan balok saling berbicara secara nirkabel tanpa memerlukan perangkat eksternal atau koneksi internet.
Pendekatan ini mencerminkan filosofi desain Lego yang menonjolkan plug and play tanpa kompleksitas teknologi tambahan. Lego mengumumkan bahwa tiga set pertama yang mengintegrasikan Smart Brick akan diluncurkan pada tanggal 1 Maret 2026.
Sementara itu, dengan penjualan awal atau pre-order dibuka mulai tanggal 9 Januari 2026. Ketiga set ini berasal dari seri Lego Star Wars SMART Play, menjadi garis pertama dari inovasi ini, termasuk model populer seperti Luke’s Red Five X-Wing dan Darth Vader’s TIE Fighter.
Set tersebut menggabungkan elemen tradisional Lego dengan teknologi baru untuk menciptakan pengalaman memainkan cerita lebih hidup. Misalnya, suara mesin dan efek suara perang bisa dipicu secara otomatis saat balok ditempatkan dalam susunan tertentu, memperkaya nuansa bermain tanpa tergantung pada layar.
Inovasi ini menerima beragam reaksi dari komunitas penggemar Lego. Beberapa pihak menyambut antusias ide bermain lebih interaktif dan kreatif, sementara sebagian lain mempertanyakan teknologi ini akan mengubah sifat permainan tradisional Lego lebih fokus pada imajinasi bebas tanpa panduan digital.
Terlepas dari berbagai pendapat, banyak pihak sepakat bahwa Smart Brick menandai babak baru bagi produk Lego. Kehadiran Smart Brick sebagai komponen sentral dari SMART Play ilai dipandang sebagai langkah strategis Lego untuk tetap relevan di era teknologi modern, dengan kreativitas fisik dan digital bisa saling melengkapi.
Dengan tetap mempertahankan esensi permainan balok yang telah dicintai selama puluhan tahun, Lego berupaya menawarkan pengalaman bermain tetap menyenangkan sekaligus menghadirkan inovasi baru tanpa meninggalkan nilai klasiknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News