Maluuba menggunakan pemprosesan bahasa alami dan mesin pembelajaran untuk mencapai tujuan utama, yaitu menciptakan Artificial General Intelligence (AGI), seperti yang dilaporkan oleh The Next Web.
Sejauh ini, AGI merupakan unicorn di ranah kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran. Setelah berhasil menciptakannya, software ini akan memungkinkan mesin melakukan sejumlah tugas yang dinilai sebaik performa manusia.
Saat ini perusahaan tersebut tengah mengembangkan daya pembelajaran penguatan dan pemahaman mendalam, untuk melatih sistem berbasis komputer agar mampu melaksanakan tugas umum, seperti menjawab pertanyaan dan membuat keputusan.
Versi awal dari software ini dipamerkan di peluncuran Maluuba pada tahun 2012 lalu, menampilkan prototipe awal dari "Do Engine" yang mampu menyuguhkan performa mulus antara tugas dan domain, yang dinilai sulit untuk AI lain.
Dengan bergabung dengan tim Microsoft dan memperoleh sumber daya yang dibutuhkan, Maluuba dinilai akan dapat bersaing di ranah dengan pertumbuhan agresif tersebut.
Selain co-founder Sam Pasupalak dan Kaheer Suleman, Maluuba juga akan didukung oleh Yoshua Bengio, salah satu ahli kenamaan di bidang pembelajaran mendalam dan kepala dari Montreal Institute for Learning Algorithms.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News