Elon Musk dilaporkan menawarkan kesepakatan investasi dengan perusahaan pesaing Neuralink.
Elon Musk dilaporkan menawarkan kesepakatan investasi dengan perusahaan pesaing Neuralink.

Elon Musk Pertimbangkan Investasi di Perusahaan Pesaing Neuralink

Lufthi Anggraeni • 22 Agustus 2022 17:00
Jakarta: Neuralink, perusahaan yang juga didirikan Elon Musk, tengah mengembangkan antarmuka mesin-otak yang dapat ditanam sejak tahun 2016 lalu. Sebelumnya perusahaan ini mendemonstrasikan kemajuan dengan menampilkan monyet Macaque.
 
Monyet tersebut mengendalikan kursor pada game Pong yang ditanamkan antarmuka tersebut, meski Neuralink belum memulai proses percobaan antarmuka ini pada manusia. Namun kini, mengutip Engadget, Musk telah berdiskusi dengan perusahaan pesaing Neuralink, Synchron, dalam beberapa pekan terakhir soal investasi potensial.
 
Hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait kesepakatan yang ditawarkan oleh Musk, baik berupa kolaborasi atau investasi finansial, sebab tidak satupun dari pihak terkait yang merespon atau mengonfirmasi pemberitaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sumber yang dikutip pemberitaan tersebut juga menyebut bahwa kesepakatan ini masih belum pasti dan bahwa Synchron belum memutuskan akan menerima atau menolak penawaran Musk. Musk dilaporkan mendekati CEO Synchron setelah mengutarakan rasa frustasinya kepada staf Neuralink terkait kemajuan perusahaan tersebut yang lambat.
 
Pada tahun 2019 lalu, Neuralink mengumumkan pihaknya akan mengajukan perizinan terkait percobaan antarmuka tersebut pada manusia pada tahun 2020. Pada bulan Januari tahun ini, Neuralink mulai mencari direktur percobaan klinik yang akan mengawasi pengujian pada perangkat medis karyanya pada subyek manusia.
 
Namun, pengujian ini belum terjadi, dan Food and Drug Administration (FDA) belum mengungkap proses yang telah dilalui Neuralink untuk mendapatkan persetujuan dari pihaknya. Sementara itu, pada bulan Juli lalu, Synchron mengumumkan pihaknya telah mengimplementasi antarmuka komputer otak karyanya ke dalam cortex motorik di otak pasien manusia di Amerika Serikat untuk pertama kalinya.
 
Dokter di Rumah Sakit Mount Sinai West di New York melakukannya sebagai bagian dari percobaan COMMAND Synchron, ditujukan untuk memeriksa keamanan implan Synchron pada pasien yang merupakan penderita kelumpuhan parah.
 
Synchron juga telah menyelesaikan penelitian di Australia, dengan empat orang diyakini tetap aman bahkan setelah mendapatkan implan ini pada satu tahun lalu. Serupa Neuralink, Synchron juga berharap untuk dapat menyediakan masyarakat dengan keterbatasan kemampuan melakukan pergerakan untuk dapat mengendalikan perangkat seperti smartphone dan komputer dengan pikiran mereka.
 
Hal ini akan memberikan pasien untuk keleluasaan untuk mengirimkan email, pesan teks dan melakukan berbagai tugas digital lain. Pada awal tahun ini, Max Hodak, co-founder Neuralink yang meninggalkan perusahaan pada tahun 2021 lalu, mengungkap bahwa ia mengambil peran penasihat di Synchron.
 
Hodak juga berinvestasi secara finansial di perusahaan tersebut mengingat kegembiraan atas apa yang mereka lakukan. Namun, perlu dicatat bahwa Musk sebelum dilaporkan mengadakan diskusi dengan saingan Neuralink lainnya di masa lalu.
 
Musk dilaporkan turut mendekati pengembang antarmuka otak-mesin Paradromics pada tahun 2020 lalu, tetapi pembicaraan itu akhirnya ditinggalkan.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif