Tampilan Gita.
Tampilan Gita.

Kreator Vespa Ciptakan Robot Kargo

Ellavie Ichlasa Amalia • 06 Februari 2017 16:40
medcom.id: Piaggio, perusahaan asal Italia yang membuat Vespa, baru saja memamerkan produk barunya, yaitu sebuah "robot kargo" yang disebut Gita. Robot itu didesain oleh "startup" baru dalam grup Piaggio yang disebut Piaggio Fast Forward.
 
Gita terlilhat seperti sebuah bola dengan beberapa kamera tertanam dalam bodinya yang terbuat dari serat fiber. Ia dapat mengikuti seseorang atau menggelinding sendiri dalam kawasan yang telah ia petakan. Dengan ketinggian 26 inci (66 cm), ia dapat membawa beban hingga 40 pon (18 kg).
 
Gita dapat berjalan dengan kecepatan maksimal 35 km per jam, sehingga ia dapat dengan mudah mengikuti orang yang sedang berjalan atau naik sepeda. Baterainya dapat bertahan selama 8 jam, kata Piaggio Fast Forward.

TechCrunch sempat mengobrol dengan Chief Creative Officer Piaggio Fast Forward, Greg Lynn tentang inspirasi di balik robot kargo ini. Dia berkata, "Kami datang dari dunia kelas ringan, sepeda roda dua atau roda tiga, skuter dan truk mini. Semua yang kami buat dibuat khusus untuk kota yang sangat padat seperti Bangkok atau Hanoi, tempat yang salah satu masalah terbesarnya adalah trafik."
 
"Kami ingin membebaskan gerakan orang-orang dan mendorong mereka untuk bergerak dengan lebih mudah dan lebih bebas, bahkan di tempat yang padat," ujar Lynn. Dia menambahkan, Gita memiliki radius putar 0 derajat.
 
Piaggio Fast Forward menggunakan pendekatan yang berbeda untuk mengatasi masalah padatnya trafik di jalan dari startup lain seperti Flirtey dan Zipline yang menggunakan drone untuk mengantarkan barang atau Starship Technologies yang membuat robot pengantar semi-otonom.
 
Gita harus mengikuti manusia untuk belajar cara bergerak di tempat baru. Desainnya memungkinkan robot ini untuk mengikuti pengguna kursi roda kemanapun mereka pergi.
 
Chief Operating Officer Piaggio Fast Forward, Sasha Hoffman menjelaskan bahwa mode mengikuti manusia pada Gita dapat mengatasi masalah yang biasa dihadapi oleh kendaraan otonom.
 
"Sebuah mesin memang bisa dibuat cerdas, tapi ia tidak sepintar manusia saat ini," ujarnya. "Berjalan dan memutuskan untuk menghindari tabrakan dengan pesepeda atau anjing di tengah jalan misalnya, orang-orang dapat membuat keputusan etis yang tidak bisa dibuat oleh kendaraan otonom."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan