Synology: Pasar NAS Indonesia Terus Tumbuh

Ellavie Ichlasa Amalia 23 April 2018 17:51 WIB
synology
Synology: Pasar NAS Indonesia Terus Tumbuh
Synology ingin untuk fokus ke pasar Asia Tenggara. (Medcom.id)
Jakarta: Synology ingin  memperkuat posisinya di pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Victor Wang, Sales Account Manager Synology Incorporated menyebutkan, data penjualan di negara-negara Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan lebih dari 30 persen per tahun sejak 2015. Pria yang akrab dengan panggilan Viktor ini kemudian menjelaskan alasan mengapa Synology melihat Indonesia sebagai pasar potensial. 

"Indonesia memiliki populasi lebih dari 260 juta orang dan kebanyakan dari mereka adalah generasi muda," kata Viktor dalam pertemuan dengan media yang diadakan di Pullman Thamrin.


"Mereka lebih tertarik untuk mencoba menggunakan teknologi baru." Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga diangap baik, karena mencapai lebih dari 5 persen per tahun. 

"Kedua, pemerintah sedang fokus pada industri teknologi dan komunikasi, mereka mungkin akan menghabiskan lebih banyak dana untuk membeli infrastruktur jaringan, dan akan ada peningkatan di pasar storage," ujar Viktor. 



Alasan terakhir, Viktor mengungkap, adalah karena saat ini, banyak perusahaan yang sedang dalam masa transisi. Mereka sedang memindahkan data yang mereka simpan dari sistem storage tradisional menjadi sistem penyimpanan yang lebih baru, salah satu opsi yang ada adalah NAS (Network Attached Storage). 

Viktor menjelaskan, bisnis Synology di Indonesia cukup baik. Sejak 2013, ada pertumbuhan lebih dari 40 persen per tahunnya. Sayangnya, dia tidak memiliki informasi terkait pangsa pasar Synology di Indonesia. 

Soal target pasar, Viktor menyebutkan, di Indonesia segmen terbesar adalah UKM (Usaha Kecil Menengah), meski pasar enterprise juga mulai tumbuh. Synology sendiri juga tertarik untuk menyasar kalangan konsumen.

Sejauh ini, solusi penyimpanan yang ditawarkan oleh Synology telah digunakan di berbaga industri, mulai dari pemerintah, edukasi, media, energi, konstruksi hingga makanan. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.