Qualcomm dan Facebook Bangun Internet di Kawasan Pinggir Kota

Ellavie Ichlasa Amalia 22 Mei 2018 11:23 WIB
internetfacebookqualcomm
Qualcomm dan Facebook Bangun Internet di Kawasan Pinggir Kota
Teknologi Terragraph buatan Facebook.
Jakarta: Facebook dan Qualcomm bekerja sama untuk menyediakan jaringan WiFi super cepat ke kawasan pinggir kota, ungkap keduanya pada hari Senin. 

Qualcomm berkata, mereka akan mengintegrasikan teknologi Terragraph milik Facebook ke chip baru mereka. Teknologi Terragraph menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi untuk memberikan jaringan internet berkecepatan tinggi di tempat dengan populasi banyak, seperti yang dilaporkan oleh CNET.

Terragraph adalah sistem gelombang milimeter 60GHz yang menawarkan metode alternatif untuk membangun jaringan internet di tempat yang sulit untuk dijangkau menggunakan kabel serat optik. 


"Dengan Terragraph, tujuan kami adalah memungkinkan orang-orang yang tinggal di kawasan pinggiran mengakses jaringan berkualitas yang bisa membantu untuk menciptakan kesempatan baru dan memperkuat komunitas," kata Vice President of Connectivity, Facebook, Yael Maguire. 

Facebook dan Qualcomm berkata, mereka memperkirakan untuk memulai pengujian teknologi ini pada pertengahan tahun 2019. 

Menurut Engadget, teknologi yang digunakan oleh Facebook dan Qualcomm didasarkan pada standar 802.11ay WLAN, yang menggunakan frekuensi 60Ghz dan menawarkan kecepatan hingga 20-40Gbps dalam jarak 300-500 meter.

Namun, Qualcomm dan Facebook telah menambahkan teknologi itu dengan sekumpulan antena besar, channel bonding, node tersinkronisasi, dan protokol TDMA (Time-Division Multiple Access). 

Teknologi ini akan membantu sinyal internet menembus halangan yang ada di kawasan pinggiran kota, kata Facebook, memungkinkannya untuk digunakan oleh lebih banyak orang dan menurunkan biaya yang harus dikeluarkan pada awal proyek. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.