Namun, beberapa waktu lalu banyak pengguna Zoom yang menerima fenomena Zoom-Bombing. Peristiwa ini dijelaskan sebagai usaha akun Zoom yang tidak dikenal kemudian masuk ke sebuah sesi video conference. Di dalamnya dia akan memutar konten seperti video porno.
Hal ini akan menimbulkan rasa malu bagi peserta video conference terutama host atau yang menggelar sesi tersebut. Dikutip dari situs Newsweek, lembaga FBI di Amerika Serikat sudah mengeluarkan peringatan bagi pengguna Zoom.
Dilaporkan bahwa FB banyak menerima aduan aksi Zoom-Bombing yang mengunggah video porno maupun ujaran kebencian. FBI mengimbau setiap pengguna untuk mengecek fitur privasi atau keamanan di aplikasi.
Misalnya, tidak memberikan izin pengguna untuk membagikan konten tanpa seizin host. Kemudian tidak membagikan tautan untuk masuk atau bergabung ke sesi video conference di media sosial yang bisa dilihat publik.
FBI juga menyatakan bahwa semakin banyak file berupa malware maupun situs yang terindikasi berbahaya dengan menggunakan kata Zoom pada nama file atau situs tersebut. Jadi pengguna internet diharapkan tidak asal mengklik tautan atau alamat situs mencurigakan ini.
Dikutip dari NBC Boston, FBI mulai meberikan peringatan setelah dua sekolah di kota tersebut mengalami Zoom-Bombing saat menggelar pembelajaran jarak jauh dengan aplikasi Zoom. Pelaku yang tidak diketahui mengunggah foto Swastika atau logo NAZI dan video porno.
FBI melihat Zoom-Bombing mulai menjadi sebuah fenomena yang dilakukan oleh peretas maupun pengguna internet yang jahil setelah menemukan tautan video conference Zoom.
Dilaporkan bahwa di tahun 2019 seorang peretas pernah membobol apliaksi webcam di sebuah laptop atau komputer melalui aplikasi video conference. Di sini peretas bisa diam-diam mengawasi kegiatan korbannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News