Facebook mengumumkan penyelesaian akuisisinya untuk Giphy, ditaksir bernilai USD400 juta.
Facebook mengumumkan penyelesaian akuisisinya untuk Giphy, ditaksir bernilai USD400 juta.

Facebook Beli Giphy Rp5,9 Triliun

Teknologi teknologi facebook
Lufthi Anggraeni • 18 Mei 2020 12:52
Jakarta: Facebook mengumumkan bahwa pihaknya telah mengakuisisi perusahaan bernama Giphy. Dengan demikian, pengguna Facebook dapat mengunggah, menyematkan dan berbagi GIF dari Giphy di jejaring sosial tersebut.
 
Phone Arena melaporkan bahwa separuh dari trafik Giphy berasal dari aplikasi milik Facebook, dengan Instagram berkontribusi sebanyak 50 persen dari trafik tersebut. Aplikasi lain termasuk WhatsApp, Messenger, dan aplikasi Facebook.
 
Setelah transaksi selesai, pengguna masih dapat mengunggah GIF, serta pengembang dan mitra masih akan memiliki akses ke API Giphy. Selain itu, komunitas kreatif Giphy masih akan dapat menciptakan konten seperti biasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Facebook tidak mengumumkan nilai transaksi, namun Axios menyebut bahwa transaksi Giphy ini mengharuskan Facebook mengeluarkan dana sebesar USD400 juta (Rp5,9 triliun). Pada tahun 2014 lalu, Facebook menyelesaikan pembelian aplikasi WhatsApp, dengan ganjaran saham di perusahaannya dan nilai awal sebesar USD19 juta (Rp282,8 miliar).
 
Saat kesepakatan telah selesai, permintaan terhadap saham Facebook meningkat sehingga harga transaksi mencapai USD21 miliar (Rp312,6 triliun). Beberapa tahun sebelumnya, Facebook membeli Instagram seharga USD1 miliar (Rp14,9 triliun) yang menjadi salah satu akuisisi terbesar di sejarah industri teknologi.
 
Facebook menyebut bahwa dengan memiliki Instagram dan Giphy, pihaknya dapat mempermudah pengguna untuk menemukan GIF dan stiker terbaik di fitur Stories dan Direct. Kedua layanan tersebut merupakan pendukung terbesar untuk komunitas kreator dan seniman.
 
Dengan demikian, Facebook menyebut upayanya ini untuk mempermudah semua orang untuk menciptakan dan berbagi karya mereka ke seluruh dunia. Sebelumnya, Konten dari layanan Facebook Gaming sebetulnya sudah mulai diperkenalkan via media sosialnya pada tahun 2018.
 
Namun, baru di bulan April lalu secara global dirilis terpisah menjadi aplikasi mandiri dengan nama yang sama. Selama ini konten tersebut hadir dengan tab khusus atau konten yang muncul di tengah timeline atau feed pengguna Facebook.
 
Head of Southeast Asia APAC Games Partnership Facebook, Michael Rose mengaku bahwa kini grup Facebook Inc. juga ingin berfokus membangun komunitas gaming. Sementara itu, Facebook memperkenalkan Messenger Rooms, memungkinkan pengguna menciptakan ruangan dari Facebook atau Messenger, dan mengundang hingga 50 orang untuk bergabung dalam panggilan video tanpa batas waktu.
 
Pengguna juga dilaporkan dapat mengundang orang lain untuk bergabung meski tidak memiliki akun Facebook. Facebook menyebut perusahaannya akan segera memungkinkan pengguna untuk menciptakan ruangan tersebut dari Instagram Direct, WhatsApp, dan Portal.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif