Tidak diketahui detail dari perjanjian ini, tapi kabar tentang rencana Alphabet untuk menjual Boston Dynamics telah muncul sejak Maret 2016, kurang lebih 2 tahun setelah kepergian co-founder Android, Andy Rubin.
Ketika di Google, Rubin mempelopori akuisisi perusahaan robotik, salah satu yang akuisisi terbesar adalah Boston Dynamics. Divisi robotik tersebut, yang dikenal dengan nama Replicant, kemudian dibubarkan setelah Rubin pergi dari Google, membuat masa depan Boston Dynamics dan perusahaan-perusahaan robot lain menjadi tidak jelas.
"Kami di Boston Dynamics tidak sabar untuk menjadi bagian dari divisi SoftBank dan membuat revolusi teknologi yang berikutnya. Kami juga memiliki kepercayaan yang sama dengan SoftBank bahwa kemajuan teknologi harus menguntungkan manusia," ujar CEO dan founder Boston Dymanics, Marc Raibert, seperti yang dikutip dari The Verge.
"Kami tidak sabar untuk bekerja sama dengan SoftBank dalam misi kami untuk melwati batas dari apa yang bisa dilakukan oleh robot kompleks dan membuat robot menjadi lebih berguna dalam dunia yang semakin cerdas dan terhubung," ujar Raibert.
Keputusan Alphabet untuk menjual perusahaan terpopuler dari divisi robotiknya mungkin merupakan sinyal bahwa mereka akan berhenti untuk bereksperimen dalam dunia robot industri dan humanoid. Boston Dynamics telah berhasil mendapatkan reputasi di dunia sebagai pemimpin dalam teknik robotika karena berhasil membuat robot berkaki dua dan empat seperti Atlas dan BigDog.
Meskipun Boston Dynamics berhasil melakukan berbagai inovasi robotik, tampaknya Alphabet tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan perusahaan robotik tersebut.
Sebagai bagian dari restrukturisasi dan penghematan biaya yang dibuat oleh CFO Alphabet Ruth Porat tahun lalu, perusahaan telah melakukan berbagai langkah untuk mengurangi divisi eksperimen mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News