Beroperasi di lebih dari 200 negara dan wilayah, Kaspersky adalah mitra keamanan siber yang mapan, menyediakan lebih dari 40 solusi B2B dan B2C untuk melindungi pengguna individu, UKM, perusahaan besar, organisasi infrastruktur kritis, dan institusi pemerintah.
Perusahaan ini telah memiliki kehadiran kuat di APAC selama lebih dari dua dekade, dengan kantor perwakilan di Tiongkok, India, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam, serta bekerja sama dengan lebih dari 3.500 mitra di kawasan tersebut.
APAC Muncul sebagai Mesin Pertumbuhan Strategis
Pada 2025, APAC menjadi salah satu pasar enterprise Kaspersky yang tumbuh paling cepat. Indonesia, India, Vietnam, dan Greater China termasuk pasar yang sangat strategis seiring percepatan transformasi digital dan meningkatnya kebutuhan akan kapabilitas keamanan siber canggih.Portofolio enterprise Kaspersky dirancang untuk mendukung organisasi yang membutuhkan pendekatan keamanan tingkat lanjut, dapat disesuaikan, dan berbasis intelijen. Perusahaan bekerja erat dengan mitra regional untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui ekosistem keamanan siber yang luas.
"Melayani pelanggan enterprise internasional, khususnya di APAC, adalah prioritas strategis bagi perusahaan kami," kata Inna Nazarova, Wakil Presiden Penjualan Korporat Internasional di Kaspersky.
"Dengan pengalaman, intelijen ancaman global, dan solusi yang adaptif, kami berada pada posisi yang tepat untuk membantu organisasi fokus pada bisnis inti mereka, sambil bersama mitra menyediakan perlindungan komprehensif dan tangguh. Kami bertujuan mengembangkan ekosistem mitra di kawasan ini untuk membangun kapabilitas canggih di seluruh portofolio produk kami," sambungnya.
Ancaman Meningkat Menekankan Urgensi Tindakan di 2026
Pentingnya keamanan siber semakin meningkat di 2026, didorong oleh tiga faktor utama: pertumbuhan ancaman siber, dampak transformasi digital terhadap hasil bisnis, serta fragmentasi geopolitik yang memengaruhi kepercayaan dan akuntabilitas vendor.Pada 2025, Kaspersky mendeteksi sekitar setengah juta file berbahaya setiap hari, meningkat 7% dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan mencatat lonjakan 59% pada deteksi pencuri kata sandi, peningkatan 51% pada spyware, dan kenaikan 6% pada backdoor dibanding 2024. Di APAC, terjadi peningkatan 132% pencuri kata sandi dan 32% spyware.
"Keamanan siber bukan lagi sekadar fungsi TI, melainkan berdampak langsung pada keberlangsungan bisnis dan keunggulan kompetitif," ujar Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik di Kaspersky.
"Organisasi saat ini harus bertahan dari serangan massal dan penipuan hingga kampanye APT yang canggih. Visibilitas global dan pendekatan berbasis intelijen kami memberi pelanggan wawasan yang mereka butuhkan untuk tetap selangkah lebih maju dari aktor ancaman yang semakin kompleks," lanjut Adrian.
Seiring organisasi di APAC terus memodernisasi dan memperluas secara digital, Kaspersky memperkuat komitmennya untuk menghadirkan solusi keamanan siber yang cerdas, transparan, dan siap enterprise, disesuaikan dengan kebutuhan pasar regional.
Dengan intelijen ancaman global yang mendalam, momentum enterprise yang kuat, serta praktik transparansi terdepan di industri, Kaspersky bertekad semakin memperkuat jejaknya di APAC dan mendukung organisasi dalam menghadapi lanskap siber yang semakin kompleks dan terfragmentasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News