Di berbagai negara, pergantian tahun baru kala itu bahkan dibayangkan sebagai potensi “kiamat komputer”. Y2K merujuk pada kekhawatiran akan gangguan sistem komputer akibat praktik pemrograman lama yang hanya menggunakan dua digit untuk menandai tahun.
Dikutip dari penjelasan berbagai sumber, ketika tahun berubah menjadi “00”, sistem dikhawatirkan salah membaca sebagai 1900, bukan 2000. Kekeliruan tersebut dinilai dapat memicu kegagalan pada sistem perbankan, transportasi, hingga basis data pemerintahan.
Kenapa Y2K Bisa Terjadi?
Masalah Y2K berakar dari keterbatasan teknologi dan pertimbangan biaya pada era awal komputasi.Pada masa itu, kapasitas penyimpanan data masih sangat mahal. Banyak program komputer dirancang untuk menghemat ruang dengan hanya menyimpan dua digit terakhir tahun, misalnya “85” untuk 1985 atau “99” untuk 1999.
Ketika komputer dengan desain seperti itu dihadapkan pada tahun 2000, sistem berisiko salah menafsirkan “00” sebagai tahun 1900. Kesalahan pembacaan tanggal ini berpotensi memicu kegagalan fungsi, mulai dari perhitungan bunga bank, penjadwalan penerbangan, hingga pencatatan data pemerintahan.
Kenapa Y2K Sangat Ditakuti?
Kekhawatiran terbesar muncul di sektor keuangan. Banyak lembaga perbankan masih mengandalkan sistem lama, sehingga muncul ketakutan bahwa transaksi tidak dapat diproses atau perhitungan bunga berjalan keliru.Dalam skenario terburuk, bank bahkan dikhawatirkan menghitung bunga untuk rentang waktu ratusan atau ribuan tahun akibat kesalahan tanggal.
Selain perbankan, sistem reservasi maskapai, basis data pemerintah, dan infrastruktur penting lainnya juga dipandang rentan.
Kombinasi antara ketergantungan pada teknologi lama dan minimnya pengalaman menghadapi masalah serupa membuat Y2K menjadi ancaman yang dianggap serius oleh para analis dan pembuat kebijakan.
Persiapan Global Menghindari “Kiamat Teknologi”
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, dunia melakukan persiapan masif. Perusahaan dan pemerintah menggelontorkan dana besar untuk memperbarui perangkat lunak, menambal sistem lama, serta melakukan pengujian skala besar.Firma riset Gartner memperkirakan biaya global untuk mencegah dampak Y2K berada di kisaran USD 300 miliar hingga USD 600 miliar.
Di Amerika Serikat, pemerintah merespons dengan membentuk President’s Council yang melibatkan pejabat senior dan perwakilan Federal Emergency Management Agency. Pemerintah juga mengesahkan Year 2000 Information and Readiness Disclosure Act untuk memastikan kesiapan sistem dan mendorong transparansi di sektor swasta.
Apa yang Benar-Benar Terjadi pada 1 Januari 2000?
Ketika kalender akhirnya berganti ke 1 Januari 2000, dunia tidak mengalami gangguan besar seperti yang ditakutkan. Memang ada sejumlah masalah kecil, tetapi tidak ada kegagalan sistem masif yang melumpuhkan infrastruktur global.Sebagian pihak menilai transisi yang relatif mulus ini sebagai bukti keberhasilan upaya perbaikan dan kesiapsiagaan besar-besaran. Namun, ada juga pandangan bahwa ancaman Y2K sejak awal terlalu dibesar-besarkan dan tidak akan menimbulkan dampak serius meski tanpa persiapan ekstrem.
Terlepas dari perdebatan tersebut, Y2K meninggalkan pelajaran penting bagi dunia teknologi. Peristiwa ini menunjukkan betapa krusialnya perencanaan jangka panjang, pembaruan sistem secara berkala, serta kesiapan menghadapi risiko teknologi.
Y2K juga menjadi contoh bagaimana investasi besar di bidang teknologi dapat mencegah krisis sebelum benar-benar terjadi.
Bagi generasi yang tidak mengalami langsung masa tersebut, Y2K kini lebih dikenal sebagai pengingat bahwa di balik sistem digital yang tampak stabil, terdapat risiko teknis yang perlu dikelola dengan serius terutama saat teknologi terus berkembang dan menjadi tulang punggung kehidupan modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News