Snapchat dan Instagram jadi media sosial berdampak terburuk bagi kaum muda.
Snapchat dan Instagram jadi media sosial berdampak terburuk bagi kaum muda.

Snapchat dan Instagram Berdampak Paling Buruk untuk Kaum Muda

Lufthi Anggraeni • 22 Mei 2017 12:13
medcom.id: Penelitian baru berjudul Status of Mind menyebut media sosial berdampak negatif pada remaja. Pada penelitian tersebut, Instagram dan Snapchat sebagai media sosial dengan dampak terburuk.
 
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Royal Society for Public Health di Inggris ini meneliti 1.479 responden asal Inggris dengan rentang usia dari 14 hingga 24 tahun. Responden diminta untuk menjawab pertanyaan terkait dampak yang dirasakan dari media sosial terhadap kesehatan mental mereka.
 
Pertanyaan tersebut terkait dengan sejumlah faktor seperti citra tubuh, kurang tidur, bully, dan identitas diri. Hasil penelitian tersebut menyebut Snapchat dan Instagram berdampak sangat buruk bagi anak-anak, sebab memiliki penilaian buruk pada faktor citra tubuh, bully, dan kecemasan.

Namun, Twitter dan Facebook disebut tidak lebih baik jika dibandingkan Instagram dan Snapchat. Sementara itu, YouTube dinilai menjadi satu-satunya jejaring sosial yang dinilai memberikan lebih banyak inspirasi lebih positif jika dibandingkan dengan inspirasi negatif.
 
Penilaian buruk terhadap Snapchat dan Instagram diperkirakan karena keduanya merupakan aplikasi berbasis gambar, sehingga menyulitkan pengguna untuk menghindari perbandingkan secara visual. Kedua aplikasi ini juga memperoleh peringkat tinggi pada penilaian “Fear of Missing Out”.
 
Peneliti juga menyebut Snapchat dan Instagram berpotensi lebih besar dalam memicu kecemasan pada penggunanya. Tampilan gambar seperti foto liburan yang menyenangkan dinilai mampu memunculkan sikap membandingkan dan putus asa pada kaum muda.
 
Selain itu, umumnya gambar yang ditampilkan pada kedua jejaring sosial tersebut diperkirakan telah melalui proses edit ataupun diambil setelah melalui proses fotografi profesional. Meskipun demikian, hal tersebut secara tidak sadar dinilai sebagai kesempurnaan yang ditargetkan kaum muda untuk ditampilkan dalam kehidupan kesehariannya.
 
Untuk menghindari anggapan kesempurnaan tersebut, peneliti menyarankan pengguna yang menggunggah hasil foto dengan proses pemotretan dan edit profesional, untuk menyematkan tanda air sebagai penanda manipulasi digital. Selain itu, peneliti juga menyarankan kaum muda untuk berpikiran lebih terbuka dalam menerima informasi dari media sosial.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA