Begini Bentuk Kacamata Pintar Buatan Toshiba

Cahyandaru Kuncorojati 13 Maret 2018 11:01 WIB
Toshiba
Begini Bentuk Kacamata Pintar Buatan Toshiba
Toshiba dynaEdge AR Smart Glasses.
Jakarta: Diam-diam Toshiba memperhatikan perkembangan kacamata pintar. Hal ini dibuktikan dengan perkenalan kacamata pintar  AR (Augmented Reality) berama dynaEdge AR Smart Glasses.

Bukan menyasar hiburan, melainkan Toshiba menciptakan perangkatnya untuk segmen bisnis. dikutip dari The Verge, kacamata pintar Toshiba untuk pekerja rpoyek atau lapangan dalam melihat dokumen, mengirim foto, maupun membua video call tanpa menggunakan tangan.

Apabila kebanyakan pengembangan kacamata pintar ingin mengembangkan kacamata dengan otak atau mesin yang tertanam di kacamatanya, dynaEdge AR Smart Glasses menggunakan kabel USB untuk terhubung ke sebuah Mini PC yang ditenagai prosesor Intel Core M.




Pada Mini PC tersebut tersimpan dapur pacu yang berjalan di sistem operasi Windows 10 dengan RAM 6GB dan memori internal 512GB serta baterai yang mampu bertahan hingga enam jam. Untuk pengoperasiannya, pengguna cukup menyentuh bagian tangkai kacamata atau menggunakan perintah suara.

Mini PC ini punya beberapa tombol navigasi yang juga bisa mengendalikan fitur yang ada di dalam kacamata.

Pada tangkai kacamatanya terdapat sebuah kamera yang dilengkapi dengaan LED light, proximity sensor, ambient light sensor, GPS/kompas, gyroscope, speaker sekaligus mikrofon, dan layar yang mampu menyajikan tampilan beresolusi 640x360.



Kacamata AR ini sendiri hanya akan dijual untuk bingkai dan Mini PC yang tersambung, tidak termasuk panel lensanya. Toshiba mengaku ingin menyediakan perangkat ini untuk berbagai kebutuhan yang memerlukan lensa kacamata yang berbeda.

Rencananya Toshiba akan menjual perangkat ini dengn harga USD1.899 (Rp26 juta) dan menerima modifikais sesuai kebutuhan bisnis penggunanya. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.