Fasilitas Cell On Wheel (COW) BTS dengan ketinggian 42 meter yang berfungsi memberikan kapasitas layanan antara coverage setiap menara BTS yang tersebar. (Medcom.id/Cahyandaru Kuncorojati)
Fasilitas Cell On Wheel (COW) BTS dengan ketinggian 42 meter yang berfungsi memberikan kapasitas layanan antara coverage setiap menara BTS yang tersebar. (Medcom.id/Cahyandaru Kuncorojati)

Smartfren Pasang 180 COW di Jalur Mudik Jawa

Teknologi telekomunikasi smartfren telecom Ramadan 2019
Cahyandaru Kuncorojati • 16 Mei 2019 10:44
Cirebon: Selama bulan Ramadan terutama momen Lebaran dan Mudik, beragam operator seluler di Tanah Air menggelar uji jaringan. Mereka ingin menunjukkan kesiapan dan jaminan bahwa pelanggannya tetap bisa menikmati konten digital dengan terus terhubung ke internet.
 
Operator yang terkenal dengan layanan CDMA dan beralih fokus hanya di 4G Smartfren menggelar uji jaringan di kawasan Cirebon-Brebes. VP Technology Relation and Special Project Smartfren, Munir SP menyatakan uji jaringan ini mewakili kualitas layanan Smartfren di sepanjang jalur mudik Jawa.
 
"Jadi kita mau kasih lihat sebagian kualitas layanan Smartfren di jalur mudik Jawa nanti, bukan Cirebon-Brebes saja. Namun, kawasan ini nanti termasuk yang ramai oleh pergerakan pemudik dari Jakarta. Kita pastikan kualitas yang didapatkan sepanjang jalur mudik akan merata bagusnya," beber Munir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kunjungan ke salah satu fasilitas penunjang yang akan siap menampung load layanan di jalur mudik Smartfren memperkenalkan infrastruktur Cell on Wheel (COW). COW bekerja seperti fasiitas BTS tapi lebih mobile karena sifatnya bisa dirakit dalam waktu singkat.
 
Smartfren Pasang 180 COW di Jalur Mudik Jawa
 
"COW sifatnya memberikan dukungan untuk load antara layanan existing yang sudah ada, yaitu di antara coverage seluruh menara BTS. Jadi saat terjadi overload kualitas layanan tetap stabil. Ada lebih dari 180 COW yang dipasang di sepanjang jalur mudik, delapan di antaranya ada di kawasan Cirebon-Brebes," jelas Munir.
 
BTS COW dipilih Smartfren karena proses pembangunannya hanya butuh waktu 3-4 hari untuk berfungsi. Menurut Munit fasilitas ini juga bisa digunakan untuk pendukung sementara saat menara BTS sedang dibangun yang biasanya membutuhkan waktu enam bulan.
 
"Jumlah BTS COW tadi akan menunjang 1550 BTS yang sudah ada di sepanjang jalur Merak hingga Surabaya. Diprediksi akan ada lonjakan trafik layanan sebanyak 20-30 persen di sepanjang jalur tersebut," ungkap Munir.
 
Dari hasil pengujian uji jaringan Smartfren, melalui software pemantau diperlihatkan bahwa kualitas kekuatan sinyal di kawasan Cirebon-Brebes sangat kuat dengan indikator warna biru tua yang disebut kekuatan sinyalnya antara 3-4 bar.
 
Smartfren Pasang 180 COW di Jalur Mudik Jawa
 
Sementara untuk througput atau kecepatan unduh (download) rata-rata mencapai 6,4Mbps. Dalam hasil pantauan diperlihatkan dengan warna biru tua yang menandakan kecepatan download menyentuh 5Mbps dan yang kuning kecepatannya rendah di sekitar 512Kbps.
 
Munir menjelaskan bahwa apabila terjadi penurunan kecepatan dan kualitas sinyal di beberapa lokasi itu memang faktor alam dan diklaim bahwa seluruh layanan operator juga akan mengalami hal yang sama.
 
"Ada beberapa kawasan yang memang sinyalnya akan terganggu karena faktor kondisi alam atau mungkin frekuensi layanan lain. Namun, Smartfren memastikan bahwa kondisi yang drop tersebut tidak akan lama dan tidak signifikan, paling hanya sekitar dua detik dan misalnya di proses buffering video juga tidak akan lama," jelas Munir.
 
Smartfren Pasang 180 COW di Jalur Mudik Jawa
 
Disebutkan bahwa perpindahan trafik dari Jakarta ke luar kota lainnya di sepanjang Jawa akan mencapai 60 persen. Diprediksi bahwa trafik akan melonjak di jalur mudik mulai dari H-3 sebelum Hari Raya Lebaran hingga H+4 setelahnya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif