Kini WFH tampaknya bakal kembali populer diterapkan di banyak tempat atau perusahaan. Bukan lagi karena pandemi apalagi kemacetan, Presiden Indonesia Joko Widodo mengimbah WFH maupun hybrid working untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah polusi udara pada sejumlah kota di Indonesia yang kian mencemaskan.
B2B Lead Logitech Asia Tenggara 2, Michael Long ikut mengomentari fenomena atau kondisi terkini. Logitech sendiri merupakan perusahaan teknologi yang fokus kepada solusi software dan hardware untuk kebutuhan bekerja dengan komputer.
Menurut Long teknologi sekali lagi masih pendukung untuk berjalannya gaya bekerja WFH maupun hybrid working. Contoh paling sederhana dan nyata adalah kebutuhan untuk pekerja tetap bisa produktif dan berkolaborasi meskipun terpisah ruang dan waktu.
“Berdasarkan studi kami, peserta di kantor cenderung lebih terlibat dalam meeting dibandingkan dengan peserta jarak jauh. Pengalaman meeting yang tidak setara ini menimbulkan berbagai masalah komunikasi dan keterlibatan dalam organisasi,” katanya.
“Jika kesenjangan ini tidak diatasi, hal tersebut dapat memecah belah budaya kerja dan berdampak buruk pada kinerja karyawan. Di sinilah teknologi berperan penting untuk memastikan bahwa setiap peserta bisa berpartisipasi aktif dan efektif dari mana saja,” sambung Long.
Long menegaskan bahwa bekerja secara remote pun dapat terasa melelahkan dan menjadi beban tanpa dibantu alat yang tepat untuk menunjang kolaborasi yang efektif. Logitech sejak beberapa tahun lalu telah memfokuskan lini solusi dan hardware untuk kebutuhan produktivitas.
Contohnya Logitech Brio 4K sebuah webcam berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk penggunaan profesional dan kamera video conference Logitech Sight. Tersedia juga headset nirkabel Logitech Zone Wireless.
Long menuturkan karyawan sering menghabiskan banyak waktu untuk menyesuaikan lingkungan sekitar, mengatur peralatan dan pribadi mereka untuk sebuah panggilan video. Masalah ini menjadi lebih signifikan dengan adanya ruang kerja sementara di rumah dengan alat yang kurang optimal.
“Maka dari itu, cukup dengan melengkapi karyawan jarak jauh dengan alat-alat ruang kerja kelas bisnis seperti webcam, headset, dan mouse serta keyboard ergonomis, dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan dengan signifikan,” jelasnya.
Long menyebut Logitech telah mengembangkan solusi teknologi ruang kerja, baik pada hardware maupun software yang menjawab kebutuhan individu dan organisasi yang terus
berkembang, khususnya dengan tren WFH dan hybrid working.
“Logitech menyadari tantangan yang perlu diatasi saat bekerja dari rumah, yaitu dengan membuat komunikasi yang lebih baik dan memperjelas kapan kita harus tersedia,” ucap Long.
Logitech diketahui juga sudah membenamkan kemampuan AI pada solusi hardware yang mereka rancang. Long menjelaskan dengan mengintegrasikan algoritma dan fitur AI ke dalam alat kolaborasi video, Logitech dapat meningkatkan pengalaman pertemuan secara merata.
“Kemampuan canggih ini meliputi peningkatan video otomatis, pengurangan kebisingan latar belakang dan penempatan kamera cerdas. Penggunaan AI dalam konferensi video dapat memastikan peserta merasa terlibat, terhubung dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara aktif dalam diskusi,” tuturnya.
“Tanpa adanya multi kamera dan kecerdasan AI untuk mengoptimalkan sudut pandang dan visual, pertemuan atau meeting akan terasa usang,” imbuhnya.
Tidak ketinggalan keamanan dan privasi data juga akan tetap menjadi prioritas utama dalam lanskap kerja hybrid. Teknologi akan terus berkembang untuk memastikan akses jarak jauh yang aman, mekanisme otentikasi yang kuat, dan saluran komunikasi yang terenkripsi untuk melindungi informasi sensitif.
“Secara keseluruhan, masa depan kerja hybrid akan ditandai oleh gabungan yang lancar antara kolaborasi virtual dan fisik, dengan didukung oleh teknologi canggih,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News