Robot buatan Starship. (Reuters / Wolfgang Rattay)
Robot buatan Starship. (Reuters / Wolfgang Rattay)

Amerika Serikat Antar Makanan Pakai Robot

Ellavie Ichlasa Amalia • 19 Januari 2017 16:35
medcom.id: Starship Technologies bekerja sama dengan startup pengantaran makanan, DoorDash dan marketplace kurir, Postmates untuk melakukan tes pertama dari robot pengantar milik Starship di Redwood City, Califonia dan Washington DC. 
 
Menurut TechCrunch, robot buatan Starship ini terlihat seperti tempat pendingin yang dilengkapi dengan roda. Ia bisa berjalan dengan kecepatan maksimal hingga 4 mil per jam. Starship telah mendapatkan izin agar robotnya dapat berjalan di trotoar di tengah-tengah orang yang sedang berjalan.
 
Dalam satu kali pengantaran, robot ini hanya dapat membawa sekitar 18 kg. Ia diprogram untuk mengantarkan pesanan ke tujuan yang jaraknya tidak lebih dari radius 2 mil.

Robot Starship yang hampir bisa disebutkan otonom ini menggunakan baterai lithium-ion yang bisa diisi kembali. Karena itu, ia relatif tidak berisik dan tidak mengeluarkan polusi terlalu banyak jika dibandingkan dengan truk diesel atau mobil tua yang biasa digunakan untuk mengantar makanan.
 
Seorang operator manusia akan mengawasi jalannya robot ini melalui aplikasi manajemen armada. Namun, robot ini utamanya mengandalkan computer vision dan data peta jalan untuk berjalan ke tujuan dan meletakkan pesanan di depan pintu rumah konsumen.
 
Karena robot ini tidak terbang, seperti sebuah drone, risiko terjadinya tabrakan dan merusak pesanan yang dibawa berkurang. Inilah yang membuat Starship berhasil mendapatkan USD17.2 juta (Rp230 miliar) dalam pendanaan belum lama ini. 
 
Per bulan Oktober 2016, robot buatan Starship telah bertemu dengan setidaknya 1,7 juta orang di 16 negara dan 56 kota. Ia juga telah melalui 10 ribu mil saat mengantarkan pesanan atau dalam tes di jalan, lapor Starship. Beberapa klien Starship di luar Amerika Serikat antara lain, ust Eat, Hermes Parcel Delivery, Media Markt, Swiss Post dan Wolt.
 
Menurut salah satu pendiri DoorDash, Stanley Tang, menguji robot pengantar makanan bukan berarti mereka akan menggantikan pekerja manusia dalam waktu dekat atau dalam jangka panjang. 
 
Dia berkata, "Kita punya orang-orang yang menggunakan mobil, sepeda, skuter, dan sepeda motor atau berjalan untuk mengantar makanan. Masing-masing memiliki kelebihan dan cocok untuk melakukan pengantaran yang berbeda-beda. Robot hanya akan jadi tipe kendaraan yang berbeda dalam sistem kami."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan