Namun, unit dengan bekal slot yang menerima dua kartu SIM ini hanya akan dipasarkan di Tiongkok. Di negara lain, dua dari tiga model iPhone 2018 akan dilengkapi dengan slot kartu tunggal dan akan didukung oleh Apple SIM virtual untuk mendukung fitur SIM ganda.
Sebagai informasi, Apple SIM diluncurkan pada tahun 2014, dan disematkan di bagian dalam Apple iPad Air 2. Apple SIM memungkinkan pengguna mengubah penyedia layanan selulernya dengan cepat, pada operator yang menawarkan harga, konektivitas, atau fitur terbaik.
Apple SIM telah didukung di 180 negara, namun Tiongkok bukan salah satu dari negara tersebut. Hal ini menjelaskan alasan dua dari tiga model iPhone 2018 yang akan diluncurkan pada tahun ini akan berbekal slot kartu SIM ganda.
Menurut laporan tersebut, menambahkan kemampuan siaga pada kedua kartu SIM di iPhone diperkirakan akan menggenjot penjualannya di pasar Asia dan Afrika.
Statistik dari China Internet Network Information Center menyebut bahwa tiga juta hingga empat juta pemilik smartphone di Tiongkok menggunakan sejumlah kartu SIM.
Selain itu, sejumlah konsumen di Tiongkok juga dilaporkan lebih memilih untuk membeli ponsel bersistem operasi Android akibat absennya dukungan SIM ganda pada iPhone, serta kapasitas baterai lebih rendah dari 3.000 mAh.
Namun, iPhone disebut memiliki pengaruh lebih besar di Tiongkok jika dibandingkan dengan perangkat Android. Informasi tersebut dinilai meningkatkan pengaruh iPhone dan berpotensi akan menjadi tantangan bagi produsen smartphone Android di Tiongkok.
Sebagai informasi, kemampuan siaga pada kedua kartu SIM (dual SIM dual standby) berarti bahwa pengguna harus memilih satu dari dua kartu sebagai penyedia layanan untuk melakukan atau menerima panggilan telepon.
Sementara itu, Dual SIM Active memungkinkan kedua kartu menerima panggilan telepon secara bersamaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News