"Di teknologi ini, Huawei investasi besar termasuk waktu untuk riset kami," kata Fang Fei, Wakil Presiden Bisnis Handset Huawei, pada APAC Media China Trip 2018 di Beijing, Tiongkok, Selasa, 3 Juli 2018.
Menurut dia, Huawei tengah mengembangkan interaksi lebih pintar untuk pengalaman AR dan VR yang lebih baik. Sementara itu, segala infrastruktur untuk koneksi 5G terus digodok.
"Saya percaya dalam waktu dekat, Anda dapat merasakan pengalaman itu di smartphone kami," ungkap Fei.
Dalam mengembangkan teknologi ini, para ahli bekerja di 15 pusat riset dan 36 pusat inovasi bersama milik Huawei di berbagai belahan dunia. Pada 2017, Huawei pun menggelontor EUR10,4 miliar untuk riset.
Teknologi 5G menjadi perhatian serius Huawei. Masalah ini digarap di 9 pusat riset melibatkan 500 lebih insinyur. Dana USD600 juta diinvestasikan untuk teknologi 5G di 2018.
"Saya percaya di masa depan kami akan memiliki terobosan di telekomunikasi," jelas dia.
Di sisi lain, Fei menuturkan Huawei juga bekerja keras soal paten. Ada 2.398 paten yang didaftarkan di 2017. Secara keseluruhan ada 74.307 paten yang dimiliki Huawei.
Paten menjadi salah satu pemasukan Huawei. Pasalnya, tak jarang kompetitor juga membeli paten atas teknologi yang dibuat oleh produsen ponsel asal Tiongkok ini.
Layanan cloud
Wakil Presiden Layanan Cloud Huawei Consumer Business Group Eric Tan mengatakan pihaknya sedang mengembangkan layanan penyimpanan cloud untuk para pengguna. Layanan ini dianggap masa depan ponsel pintar.
"Kita percaya di masa depan semua bisa merasakan terkoneksi. Di 2025 akan ada 50 miliar perangkat pintar dan 40 miliar koneksi," kata Eric.
Nantinya, dengan layanan bernama Huawei Mobile Service, pengguna dapat memutar musik, video, mecari aplikasi, menyimpan data, dan pembayaran. Data yang ada dalam layanan cloud pun dipastikan aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News