Peneliti MIT Ciptakan Kecerdasan Buatan Psikopat, untuk Apa?
Ilustrasi. (MIT Media Lab)
Jakarta: Para peneliti di MIT Media Lab membuat sebuah kecerdasan buatan yang disebut Norman. Ia bukanlah AI biasa. Algoritmanya tidak dibuat untuk menampilkan konten paling relevan di Facebook atau menyarankan lagu untuk Anda dengarkan di Spotify. 

Norman adalah sebuah "AI psikopat". AI ini dibuat oleh para peneliti di MIT Media Lab sebagai "studi kasus terkait bahaya AI ketika algoritma pembelajaran mesinnya dilatih menggunakan data khusus."

CNET menyebutkan, para peneliti membuat agar Norman bisa melakukan image captioning, yaitu metode deep-learning untuk memberikan penjelasan tentang sebuah gambar.


Norman kemudian dilatih menggunakan data dari subkanal forum internet, Reddit, yang berisi gambar-gambar kematian yang eksplisit. 

Norman kemudian diminta untuk melakukan tes bercak tinta Rorschach. Para peneliti lalu membandingkan hasil deskripsi Norman dengan AI biasa. Terbukti, jawaban Norman memang jauh lebih mengerikan dari jawaban AI biasa. 

Ketika AI biasa memberikan jawaban "sekelompok burung duduk di atas dahan pohon, Norman menjawab "seorang pria disetrum hingga mati".

Contoh lainnya, ketika AI biasa melihat "kue pernikahan di atas meja", Norman sang robot pembunuh melihat "seorang pria ditabrak hingga mati." 

Para peneliti tidak "membuat" agar Norman menjadi psikopat. Mereka hanya memberikan Norman akses pada gambar-gambar kematian di subkanal forum internet Reddit. Alhasil, cara Norman mendeskripsikan bercak tinta terlihat seolah-olah dia mendeskripsikan gambar di forum tersebut. 

Mengapa para peneliti tertarik membuat AI psikopat? Tim peneliti berencana menunjukkan bahaya dari mmberikan data-data tertentu untuk melatih AI dan bagaimana data tersebut bisa memengaruhi tingkah laku sang AI. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.