Gerakan Hapus Facebook Itu Sia-Sia
Meski telah menghapus akun Facebook, media sosial itu akan tetap bisa mengintai Anda. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta: Gerakan #DeleteFacebook muncul tidak lama setelah skandal Facebook-Cambridge Analytica diberitakan. Banyak tokoh ternama yang menyatakan bahwa mereka akan menghapus akun Facebook mereka.

Namun, sebenarnya, Facebook masih bisa melacak kebiasaan mantan pengguna atau bahkan orang-orang yang bukan pengguna. 

Seperti yang disebutkan oleh The Next Web, kegagalan Facebook untuk menjaga keamanan data pengguna adalah inti masalah Cambridge Analytica. Dan hal ini mendorong para pengguna untuk menghapus Page atau bahkan akun pribadi mereka. 


Namun, ketika bersaksi di hadapan Kongres Amerika Serikat, CEO Facebook Mark Zuckerberg berusaha untuk menghindari pertanyaan terkait apakah media sosial miliknya mengumpulkan data dari non-pengguna.

Ketika ditekan, dia mengakui bahwa Facebook mengumpulkan data dari orang-orang yang tidak pernah membuat akun Facebook "untuk kepentingan keamanan."

Dalam sebuah blog, Facebook menjelaskan data apa yang mereka dapatkan tentang non-pengguna dan darimana mereka bisa mendapatkan informasi tersebut. Utamanya, informasi non-pengguna didapatkan dari situs atau aplikasi yang menggunakan layanan Facebook. 

"Ketika Anda mengunjungi sebuah situs atau menggunakan aplikasi yang menggunakan layanan kami, kami mendapatkan informasi bahkan jika Anda tidak masuk ke akun Facebook atau tidak memiliki akun Facebook. Ini karena aplikasi atau situs lain tidak tahu siapa yang menggunakan Facebook," kata media sosial raksasa itu.

Itu artinya, jika Anda mengunjungi situs yang dilengkali dengan tombol Like, maka kemungkinan, situs itu mengirimkan informasi tentang kunjungan Anda ke Facebook. 

Selain itu, jika Anda memiliki teman yang menggunakan Facebook, mereka mungkin telah mengunggah informasi kontak Anda dari ponsel mereka sehingga mereka tidak perlu mengetik nama Anda ketika ingin mengirimkan pesan. Hal ini berarti Facebook tetap mendapatkan informasi Anda bahkan jika Anda tidak membuat akun media sosial tersebut. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.