Facebook: 200 Aplikasi Mungkin Salah Gunakan Data Pengguna
Ketika melakukan penyelidikan setelah Cambridge Analytica, Facebook menemukan 200 aplikasi yang mungkin menyalahgunakan data pengguna. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta: Facebook berkata bahwa mereka telah menangguhkan sekitar 200 aplikasi. Mereka melakukan ini sebagai bagian dari penyelidikan terkait kasus penyalahgunaan data pengguna dalam skandal Cambridge Analytica.

Pada hari Senin, Facebook mengumumkan bahwa mereka telah menyelidiki ribuan aplikasi dalam waktu dua bulan setelah muncul laporan bahwa jutaan data pengguna Facebook di Amerika Serikat dikumpulkan dan dibagikan secara ilegal kepada Cambridge Analytica, badan konsultasi politik. 

Vice President of Product Partnerships, Faebook, Ime Archibong berkata dalam sebuah blog post bahwa Facebook sedang melakukan "tinjauan komprehensif" untuk mengidentifikasi setiap aplikasi yang memiliki akses pada data pengguna dalam jumlah banyak, lapor The Guardian


Ketika mereka menemukan aplikasi yang dianggap mencurigakan, Facebook berencana untuk melakukan wawancara, meminta informasi dari developer aplikasi tersebut dan "melakukan audit yang mungkin menyertakan inspeksi langsung," tulis Archibong. 

"Ada banyak hal lain yang harus dilakukan untuk menemukan semua aplikasi yang mungkin menyalahgunakan data pengguna Facebook -- dan ini akan memakan waktu. Kami memastikan bahwa investigasi ini dilakukan dengan seteliti dan secepat mungkin," kata Archibong. 

Jika Facebook menemukan aplikasi yang menyalahgunakan data, perusahaan berkata mereka akan memblokir aplikasi tersebut. Mereka juga ingin agar pengguna dapat memeriksa apakah data mereka termasuk ke dalam data yang disalahgunakan melalui sebuah halaman khusus. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.