Nokia 9 PureView Usung Kode Olympic
Nokia 9 PureView dilaporkan mengusung kodenama Olympic dan akan menggunakan Android 9 Pie.
Jakarta: Ponsel unggulan terbaru Nokia telah dikembangkan sejak awal tahun 2018 ini, dan dirumorkan rilis pada tahun 2019. Kini bocoran informasi terkait smartphone tersebut beredar di internet, mengungkap sejumlah informasi detil.

Sejak kembali diperkenalkan pada tahun 2017 lalu, seluruh perangkat Nokia dikembangkan oleh HMD Global. Namun, perusahaan yang bertanggung jawab atas proses manufaktur produk Nokia adalah FIH Mobile, anak perusahaan dari Foxconn, manufaktur Apple iPhone.

Pada server data FIH Mobile, ditemukan informasi menyebut bahwa Olympic merupakan kodenama dari produk unggulan terbaru Nokia, yaitu Nokia 9 PureView. Namun, informasi ini masih belum dikonfirmasikan secara resmi oleh pihak HMD Global.


Sementara itu, simbol Olympic mengusung lima lingkaran, serupa jumlah kamera yang dirumorkan akan tersemat pada Nokia 9 PureView. Ponsel unggulan ini juga dilaporkan GizmoChina, menggunakan sistem operasi Android 9 Pie, lengkap dengan patch keamanan versi bulan November.

Hal ini mengindikasikan bahwa ponsel ini akan menggunakan versi terbaru dari sistem operasi Android saat diluncurkan pada tahun 2019 mendatang, seperti yang telah dirumorkan sebelumnya. Sebagai informasi, pada awalnya, HMD Global berencana untuk merilis Nokie 9 PureView pada musim gugur tahun 2018 ini.

Akibat sejumlah fitur yang masih belum mencapai tahap akhir pengembangan, HMD Global memutuskan untuk menunda peluncuran ponsel cerdas unggulan terbaru Nokia hingga awal tahun 2019.

Sebelumnya, Nokia mengumumkan program baru yang memungkinkan mereka menghemat hingga EUR700 sampai akhir 2020. Penghematan ini berujung pada pemecatan karyawan dalam jumlah yang cukup signifikan.

Selain memangkas biaya operasi, Nokia juga terus mengembangkan 5G dan membuat bisnis Enterprise baru di bawah kepemimpinan Chief Strategy Officer Kathrin Buvac.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.