Google Kembali Masuk Tiongkok, Baidu Yakin Tetap Menang

Ellavie Ichlasa Amalia 08 Agustus 2018 13:29 WIB
googlebaidu
Google Kembali Masuk Tiongkok, Baidu Yakin Tetap Menang
Google dikabarkan akan kembali masuk ke Tiongkok. (AFP PHOTO / LIU JIN)
Jakarta: Minggu lalu, muncul laporan bahwa Google berencana kembali ke Tiongkok dengan mesin pencari yang telah disensor. Selain itu, Google juga tampaknya ingin membawa layanan cloud mereka ke negara dengan populasi terbesar itu.

Tentu saja, Baidu, pesaing utama Google di Tiongkok, akan berkomentar tentang hal itu. CEO Baidu Robin Li menulis via akun WeChat.

"Google memutuskan untuk kembali ke Tiongkok, kami sangat percaya diri kita bisa PK mereka dan menang lagi," tulis Li. PK yang Li maksud adalah "player-kill", slang asal Tiongkok dalam dunia game ketika seorang pemain membunuh pemain lainnya.


Seperti yang disebutkan oleh The Verge, baik Google dan Baidu memiliki layanan yang sama, seperti mesin pencari dan layanan cloud. Keduanya juga mengembangkan kecerdasan buatan (AI) untuk digunakan dalam produk mereka.

Google dan Baidu juga mengembangkan hardware sendiri. Namun, persaingan utama Google dan Baidu adalah dalam pembuatan mesin pencari.

Li menulis bahwa perusahaan teknologi asal Tiongkok telah berkembang menjadi semakin kuat sejak Google meninggalkan Tiongkok pada 2010. "Perusahaan teknologi Tiongkok kini sudah memimpin... Seluruh dunia kini meniru Tiongkok," tulis Li.

Sejak Google meninggalkan Tiongkok, Baidu menyerap pangsa pasarnya hingga mereka menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar Tiongkok.

Meskipun Li terlihat percaya diri, para pengguna internet di Weibo mengatakan bahwa mereka lebih memilih untuk menggunakan Google dari Baidu.

Banyak orang yang berkomentar pada unggahan Li bahwa mereka akan melakukan uninstall Baidu dan mulai menggunakan Google jika perusahaan Amerika Serikat itu memang diizinkan untuk kembali masuk ke Tiongkok.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.