Rokok Elektrik Meledak, Bunuh Pengguna
Ilustrasi. (Wikimedia Commons)
Jakarta: Seorang pria berumur 38 tahun asal Florida meninggal setelah vape miliknya meledak dan menyebabkan luka proyektil di bagian kepala. 

Laporan dari Pinellas-Paso Medical Examiner mengonfirmasi bahwa vape yang meledak merupakan alasan kematian Tallmadge D'Elia. D'Elia ditemukan oleh pemadam kebakaran di kamarnya yang terbakar di rumah keluarganya di St. Petersburg. Dia juga mengalami luka bakar di 80 persen dari tubuhnya. 

D'Elia ditemukan pada 5 Mei. Dalam laporan otopsi, penyebab kematiannya adalah "luka proyektil di kepala". Tampaknya, ketika pulpen vape yang dia gunakan meledak, ada setidaknya dua proyektil yang mengenai kepalanya. 


Menurut laporan CNET, vape ini dibuat oleh Smok-E Mountain, yang meurut halaman Facebook-nya berlokasi di Filipina.

Saat ini, halaman Facebook perusahaan tersebut tidak bisa diakses. Juru bicara Smok-E Mountain berkata pada WFTS, afiliasi ABC, bahwa alasan pulpen vape ini meledak karena adalah masalah pada baterai atau atomizer dan bukannya pada alat itu sendiri. 

Ini bukan kali pertama e-cigarette meledak menyebabkan berbagai luka. Seorang pria asal Florida harus dibawa ke rumah sakit pada 2012 setelah sebuah rokok elektrik meledak di dalam mulutnya, menyebabkan luka bakar dan gigi depannya patah.

Kejadian serupa terjadi di Idaho pada Januari lalu, ketika sebuah pulpen vape meledak di wajah penggunanya. Pada periode antara 2009 dan 2016, ada setidaknya 195 kejadian terkait ledakan e-cigarette atau vape. Namun, pada periode itu, tidak ada kejadian yang menyebabkan kematian.

Dari hampir 200 kejadian tersebut, setidaknya 133 kejadian berakibat luka sementara 38 diantaranya menyebabkan luka parah.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.