Qualcomm terkena denda dari Uni Eropa. (Wikimedia Commons)
Qualcomm terkena denda dari Uni Eropa. (Wikimedia Commons)

Qualcomm Kena Denda Uni Eropa Rp3,8 Triliun

Teknologi qualcomm
Ellavie Ichlasa Amalia • 22 Juli 2019 13:39
Jakarta:Uni Eropa memberikan denda sebesar EUR242 juta (Rp3,8 triliun) pada Qualcomm karena menjual chip modem 3G pada harga yang terlalu murah dalam rangka untuk membuat pesaingnya, Icera, bangkrut.
 
European Commission berkata, Qualcomm memanfaatkan dominasinya untuk menjual chip 3G dengan harga di bawah rata-rata pada 2009 sampai 2011. Hal ini diumumkan pada minggu lalu dan menjadi akhir dari penyelidikan Uni Eropa yang telah berlangsung selama empat tahun.
 
"Keputusan Qualcomm mencegah kompetisi dan inovasi di pasar ini dan membatasi opsi yang ada untuk konsumen dalam sektor dengan permintaan tinggi dan potensi akan teknologi inovatif," kata Competition Commissioner, Uni Eropa, Margrethe Vestager, seperti dikutip dari The Verge.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah melakukan penyelidikan, Uni Eropa menetapkan bahwa Qualcomm menjual chip 3G dengan harga di bawah harga pesaing Huawei dan ZTE.
 
Keputusan ini muncul ketika Icera muncul sebagai pesaing baru. Commission mengatakan, harga ini sengaja Qualcomm putuskan untuk menyebabkan dampak buruk pada bisnis Icera.
 
Ini adalah salah satu denda yang harus dibayar Qualcomm dalam beberapa tahun belakangan. Pada tahun ini, pengadilan di Amerika Serikat juga memberikan denda pada Qualcomm karena dianggap menetapkan harga yang sangat mahal untuk royalti paten mereka.
 
Qualcomm juga dikritik karena memberikan diskon pada pelanggan yang menggunakan chip mereka secara eksklusif.
 
Namun, lain halnya dengan denda-denda lain yang harus dibayarkan oleh Qualcomm, denda ini tampaknya tidak akan memengaruhi bisnis Qualcomm. Commission menyebutkan bahwa Qualcomm tak lagi memberikan harga yang terlalu murah sejak 2011.
 
Mereka juga tidak membahas tentang praktek bisnis Qualcomm sekarang. Tujuan denda ini adalah untuk mendorong perusahaan lain untuk tidak melakukan hal yang sama.
 
Sayangnya, keputusan Commission ini tidak dapat menyelamatkan bisnis Icera. Perusahaan itu diakuisisi oleh NVIDIA pada 2011, yang memutuskan untuk berhenti membuat modem pada 2015. NVIDIA ingin mengintegrasikan modem Icera ke prosesor Tegra mereka. Namun, ini tidak pernah terjadi.
 
Qualcomm mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengajukan banding terkait keputusan ini.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif