Cloudera menghadirkan platform untuk mempermudah perusahaan menganalisa data dari berbagai aplikasi.
Cloudera menghadirkan platform untuk mempermudah perusahaan menganalisa data dari berbagai aplikasi.

Cloudera Coba Dukung Kelincahan Enterprise via Data Platform

Lufthi Anggraeni • 17 Oktober 2019 14:57
Jakarta: Perkembangan teknologi mendorong semakin banyak perusahaan yang meninggalkan cara lama dan beralih ke cara digital, yang dinilai menawarkan efisiensi dan kelincahan lebih baik bagi perusahaan dalam menjalankan bisnis mereka.
 
Sayangnya, sejumlah perusahaan yang tengah menjalani transformasi ini mengalami tantangan termasuk soal data. Sebab dalam menjalankan bisnis, perusahaan umumnya telah menggunakan aplikasi, namun tidak terintegrasi.
 
“Penggunaan aplikasi pendukung sebenarnya sudah lama, tapi aplikasi ini model lama dan ga terintegrasi. Jadi data terpencar di berbagai aplikasi, yang menimbulkan tantangan untuk perusahaan dalam menganalisa daya mereka,” ujar Country Manager Cloudera Indonesia Fanly Tanto.

Bekerja sama dengan Harvard Business Review, Cloudera melakukan survei terkait masalah yang dihadapi perusahaan dan organisasi di era transformasi digital ini. Berdasarkan survei ini, 69 persen eksekutif perusahaan menyebut organisasi mereka butuh strategi data komprehensif untuk mencapai tujuan mereka.
 
Namun, hanya sebanyak 35 persen responden yang menilai bahwa strategi mereka saat ini sudah cukup. Selain itu, survei ini juga mengungkap empat masalah yang dihadapi oleh perusahaan, yaitu kerumitan, diversifikasi fungsionalitas, kepatuhan terhadap regulasi dan aksesibilitas.
 
Menyoal kerumitan, Cloudera menyebut sebanyak 41 persen responden surveinya ini mengaku tidak merasa memiliki strategi untuk mengelola data di berbagai layanan cloud, sehingga tidak dapat menganalisa data dan membuat keputusan secara cepat.
 
Selain itu, lebih dari 60 persen responden mengaku tidak mengetahui data yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi yang bermunculan. Sebanyak 49 persen responden berencana untuk meningkatkan kemampuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) selama tiga tahun mendatang.
 
Sebanyak 11 persen responden mengaku tidak mengetahui regulasi data yang akan berdampak pada organisasi mereka. Sedangkan 54 persen responden menyebut penyimpanan data menjadi hambatan untuk mencapai nilai maksimal dari data.
 
Untuk membantu perusahaan menghadapi permasalahan ini, Cloudera menghadirkan Cloudera Data Platform (CDP), platform data terintegrasi bertugas untuk memudahkan pengguna dalam mengelola dan menganalisa data dari cloud hibrida atau multi cloud.
 
Cloudera menyebut bahwa CDP menawarkan pendekatan baru dalam data enterprise yang memberikan berbagai kemampuan analitik dari Edge hingga AI. Selain itu, mengusung sifat terbuka, Cloudera mengklaim platform ini dapat diintegrasikan dengan aplikasi dari berbagai vendor.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan