Mengutip Digital Trends, YouTube mulai menggantikan deretan chip topik di halaman Home dengan Custom Feeds bagi pengguna yang memenuhi syarat. Pada saat bersamaan, platform tersebut menguji desain bilah navigasi atas pada aplikasi seluler, dengan menempatkan menu Subscriptions lebih dekat ke halaman Home.
Custom Feeds memungkinkan pengguna membuat kumpulan rekomendasi video berdasarkan instruksi teks. Pengguna dapat menentukan topik, jenis konten, minat, atau suasana tertentu, kemudian menyimpan feed tersebut agar mudah diakses kembali. Rekomendasi di dalamnya akan diperbarui saat video baru yang relevan tersedia.
Perubahan ini menjadi bagian dari upaya YouTube mengembangkan pengalaman menonton yang lebih personal. Alih-alih hanya mengandalkan algoritma untuk menentukan video yang muncul di halaman utama, pengguna dapat memberikan arahan yang lebih spesifik mengenai konten yang ingin mereka temukan.
YouTube juga menguji susunan navigasi baru yang menempatkan Subscriptions, Live, dan Music pada bilah bagian atas. Bagi pengguna dengan langganan aktif, pilihan Movies & TV juga dapat ditampilkan di area tersebut.

Custom Feeds Memungkinkan Pengguna Membuat Rekomendasi Sendiri
Custom Feeds dikembangkan untuk membantu pengguna mengatur rekomendasi video berdasarkan kebutuhan lebih spesifik. Fitur ini sebelumnya diuji melalui opsi Your custom feed, memungkinkan pengguna memasukkan instruksi teks untuk menghasilkan aliran rekomendasi tersendiri.Pengguna dapat membuat feed melalui tombol tambah di bagian atas halaman Home. Setelah itu, pengguna cukup menuliskan jenis video yang ingin ditonton. Instruksi dapat berupa topik tertentu, kategori konten, atau kombinasi minat dan suasana.
Sebagai contoh, pengguna dapat membuat feed berisi dokumenter berdurasi panjang untuk menemani waktu bersantai pada malam hari. Pengguna lain dapat membuat feed untuk menemukan kreator DIY baru atau mencari konten yang sesuai dengan rutinitas perjalanan harian.
Setiap feed yang dibuat dapat disimpan di bagian atas halaman Home sehingga pengguna tidak perlu memasukkan instruksi yang sama berulang kali. Pengguna juga dapat mengubah instruksi atau menghapus feed saat kebutuhan mereka berubah.
Batas jumlah feed bergantung pada jenis akun. Akun reguler dapat menyimpan hingga tiga Custom Feeds, sedangkan pelanggan YouTube Premium dapat menyimpan hingga delapan feed. Custom Feeds bukan sekadar pencarian berdasarkan kata kunci.
Fitur ini dirancang untuk membangun aliran rekomendasi yang mengikuti instruksi pengguna dan terus diperbarui dengan video baru. Dengan pendekatan tersebut, pengguna dapat memisahkan minat yang berbeda tanpa harus mengubah keseluruhan kebiasaan menonton mereka.
Meski demikian, Custom Feeds tetap bekerja dalam sistem rekomendasi YouTube. Fitur ini memberi arahan tambahan terhadap konten yang ditampilkan, tetapi tidak menjamin seluruh hasil akan selalu sesuai dengan instruksi pengguna.
Menu Subscriptions Berpindah ke Bilah Navigasi Atas
Selain Custom Feeds, YouTube sedang menguji perubahan antarmuka pada aplikasi seluler untuk mempermudah akses ke sejumlah bagian utama. Dalam desain baru tersebut, menu Subscriptions dipindahkan ke bilah navigasi atas di halaman Home.Susunan baru ini menempatkan Subscriptions bersama sejumlah kategori lain, termasuk Live dan Music. Sementara itu, Movies & TV dapat muncul bagi pengguna yang memiliki langganan terkait. Perubahan tersebut dirancang untuk mempersingkat langkah pengguna saat ingin berpindah dari rekomendasi umum ke konten dari kanal yang mereka ikuti.
Sebelumnya, akses ke Subscriptions pada aplikasi seluler berada di bilah navigasi bagian bawah. Perubahan posisi menu menjadi bagian dari eksperimen YouTube untuk menyederhanakan navigasi dan membuat berbagai jenis feed lebih mudah dijangkau.
YouTube telah mengonfirmasi melalui halaman dukungan resminya bahwa pengujian navigasi ini dilakukan secara bertahap kepada sebagian kecil pengguna Android dan iOS di berbagai negara. Perubahan tersebut mencakup pengalaman navigasi yang memungkinkan pengguna berpindah antara Home dan Subscriptions melalui tab di bagian atas layar.
Namun, pengujian navigasi tersebut merupakan eksperimen tersendiri dan tidak berarti semua pengguna yang mendapatkan Custom Feeds otomatis memperoleh desain baru. YouTube masih mengevaluasi perubahan tersebut sebelum menentukan penerapan lebih luas.
Ketersediaan Custom Feeds Masih Terbatas
Custom Feeds saat ini mulai diluncurkan kepada pengguna yang memenuhi persyaratan tertentu. Berdasarkan informasi Digital Trends dan dokumentasi YouTube, fitur tersebut tersedia bagi pengguna yang telah masuk ke akun, berusia minimal 13 tahun, menggunakan pengaturan bahasa Inggris, dan berada di Amerika Serikat.Fitur ini dapat diakses melalui perangkat seluler dan desktop, sementara dukungan untuk televisi diumumkan akan menyusul. Riwayat penelusuran dan tontonan juga harus diaktifkan agar Custom Feeds dapat digunakan.
Pengguna yang belum menemukan opsi tersebut dapat memeriksa pengaturan riwayat pada akun YouTube mereka. Pada perangkat seluler, Custom Feeds mulai menggantikan chip topik standar di bagian atas halaman Home bagi pengguna yang memperoleh pembaruan.
Sementara itu, chip topik konvensional masih dapat ditemukan saat YouTube diakses melalui desktop. Pengguna juga dapat memberikan masukan apabila rekomendasi yang dihasilkan tidak sesuai dengan instruksi.
YouTube menyediakan opsi umpan balik melalui menu tiga titik pada feed terkait. Perluasan Custom Feeds dan pengujian navigasi baru menunjukkan bahwa YouTube berupaya memberikan pengalaman menonton lebih fleksibel.
Pengguna tidak hanya menerima rekomendasi berdasarkan pola tontonan sebelumnya, tetapi juga dapat menentukan arah pencarian konten sesuai minat yang sedang mereka ikuti. Meski demikian, penerapan fitur ini masih berlangsung secara bertahap.
Belum ada kepastian waktu ketersediaan Custom Feeds maupun desain navigasi baru ini untuk seluruh pengguna YouTube di Indonesia.