YouTube dikabarkan menyiapkan audiobook untuk Premium, berpotensi memperluas layanan dan menantang Spotify serta Audible.
YouTube dikabarkan menyiapkan audiobook untuk Premium, berpotensi memperluas layanan dan menantang Spotify serta Audible.

YouTube Dikabarkan Siapkan Layanan Audiobook Premium

Lufthi Anggraeni • 17 Oktober 2026 06:31
Ringkasnya gini..
  • YouTube dikabarkan menjajaki layanan audiobook yang berpotensi masuk ke dalam langganan YouTube Premium pada tahun 2027.
  • Layanan ini berpotensi memperkuat persaingan dengan Spotify dan Audible serta membuka peluang distribusi resmi bagi penerbit.
  • YouTube belum mengonfirmasi jadwal peluncuran, harga, katalog, atau model akses audiobook tersebut.
Jakarta: YouTube dikabarkan tengah menjajaki pengembangan layanan audiobook atau buku audio yang berpotensi menjadi bagian dari langganan YouTube Premium. Rencana tersebut muncul setelah platform milik Google itu mengadakan pembicaraan dengan sejumlah penerbit untuk menghadirkan buku audio secara resmi di layanannya.

Laporan The Wall Street Journal menyebut bahwa fitur audiobook tersebut berpotensi diumumkan pada tahun 2027. Namun, YouTube belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana tersebut dan detail mengenai mekanisme akses, katalog buku, serta skema harga juga belum diketahui.

Jika terealisasi, layanan ini akan memperluas jenis konten yang tersedia melalui YouTube Premium. Selama ini, langganan tersebut berfokus pada pengalaman menonton video tanpa iklan, sementara YouTube Music menyediakan layanan musik. Kehadiran audiobook berpotensi menjadi nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat persaingan YouTube dengan layanan audio digital lainnya.
 
audiobooks-1
 

YouTube Pertimbangkan Audiobook dalam Langganan Premium

YouTube dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memasukkan akses audiobook ke dalam paket YouTube Premium tanpa iklan. Pendekatan ini dapat menambah manfaat yang diterima pelanggan dari satu layanan berlangganan.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah seluruh audiobook nantinya dapat diakses sebagai bagian dari biaya langganan atau pengguna perlu membayar secara terpisah untuk judul tertentu. YouTube juga belum mengungkap bagaimana buku audio akan ditampilkan di dalam aplikasinya.

Ketidakpastian tersebut membuat bentuk akhir layanan masih belum dapat dipastikan. Jika akses audiobook benar-benar digabungkan dengan YouTube Premium, Youtube perlu menentukan katalog yang tersedia, mekanisme penelusuran buku, serta aturan akses bagi pelanggan.

Bagi YouTube, penambahan format konten ini berpotensi memperluas alasan pengguna untuk berlangganan. Pelanggan tidak hanya mendapatkan akses menonton video tanpa iklan, tetapi juga berpeluang menikmati buku audio dalam satu ekosistem.

Langkah tersebut juga dapat menjadi pembeda antara YouTube Premium dan paket Premium Lite lebih terjangkau. Namun, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan audiobook bagi pelanggan Premium atau juga akan ditawarkan melalui paket lain.

YouTube Berpotensi Bersaing dengan Spotify dan Audible

Jika layanan tersebut diluncurkan, YouTube akan masuk lebih jauh ke pasar audiobook yang telah diisi oleh Spotify dan Audible milik Amazon. Sebagai pengingat, Spotify telah menyediakan audiobook sebagai bagian dari layanan Premium, selain menawarkan paket khusus audiobook. 

Spotify tersebut juga memperluas jangkauan layanan buku audionya ke lebih dari 180 pasar pada tahun 2026. Kehadiran YouTube dapat menambah persaingan dalam memperebutkan pengguna yang ingin mengakses buku melalui format audio. Basis pengguna YouTube yang besar juga berpotensi memberikan jalur distribusi baru bagi penerbit untuk menjangkau pendengar.

Namun, keberhasilan layanan tersebut tidak hanya bergantung pada jumlah pengguna. Ketersediaan katalog, kesepakatan lisensi dengan penerbit, kemudahan menemukan judul, dan struktur harga akan menjadi faktor penting dalam menentukan daya tariknya.

Spotify telah mengintegrasikan audiobook ke dalam layanan berlangganannya, sedangkan Audible berfokus pada buku audio melalui layanan khusus. YouTube berpotensi mengambil pendekatan berbeda dengan menggabungkan audiobook ke dalam ekosistem video, musik, dan layanan berbayarnya.

Sampai saat ini, YouTube belum menjelaskan bagaimana pendekatan tersebut akan diterapkan. Belum diketahui pula apakah perusahaan akan menyediakan audiobook sebagai katalog yang dapat diputar tanpa biaya tambahan atau menerapkan sistem pembayaran per judul.

Google Play Books Sudah Menawarkan Audiobook

Rencana pengembangan audiobook di YouTube bukan berarti Google baru pertama kali masuk ke pasar buku audio. Google Play Store dilaporkan telah menawarkan audiobook sejak tahun 2018. Model layanan tersebut berbeda dari rencana yang kini dikabarkan sedang dipertimbangkan YouTube.

Pada Google Play Store, pengguna perlu membeli setiap buku yang ingin didengarkan. Layanan tersebut tidak menggunakan model langganan audiobook seperti yang berpotensi diterapkan di YouTube Premium.

Jika YouTube memilih memasukkan audiobook ke dalam paket Premium, pendekatan tersebut dapat menawarkan pengalaman berbeda bagi pelanggan. Pengguna berpotensi memperoleh akses ke buku audio melalui langganan yang juga mencakup layanan video dan musik.

Kendati demikian, belum tersedia kepastian bahwa YouTube akan mengadopsi model akses tanpa biaya tambahan untuk seluruh judul. YouTube juga belum menjelaskan hubungan antara rencana layanan audiobook di YouTube dan katalog buku audio yang sudah tersedia melalui Google Play.

Karena itu, kedua layanan tersebut belum dapat dianggap memiliki skema akses yang sama. Informasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah Google akan mengintegrasikan katalog, mempertahankan layanan secara terpisah, atau menerapkan pendekatan lain.
   

Peluang bagi Penerbit dan Monetisasi Konten

Pembicaraan YouTube dengan penerbit juga berkaitan dengan peluang distribusi dan pendapatan dari buku audio. Penerbit disebut melihat potensi untuk menjangkau audiens YouTube yang besar sekaligus memperoleh jalur monetisasi lebih jelas.

Di YouTube, buku audio sudah dapat ditemukan dalam berbagai bentuk unggahan. Namun, sebagian konten tersebut tidak memiliki izin resmi dari pemegang hak cipta. Layanan audiobook resmi berpotensi menyediakan alternatif yang melibatkan penerbit dan pemilik hak secara langsung.

Bagi penerbit, kerja sama dengan platform besar seperti YouTube dapat membuka kesempatan untuk memperluas jangkauan judul buku. Sementara bagi platform, katalog berlisensi dapat membantu membangun layanan lebih terstruktur dan memberikan kepastian mengenai hak distribusi konten.

Meski demikian, pembicaraan dengan penerbit belum menjamin bahwa kesepakatan lisensi telah tercapai. Belum tersedia pengumuman mengenai penerbit yang terlibat, jumlah judul yang akan tersedia, maupun kebijakan YouTube terhadap audiobook yang diunggah pengguna.

Jadwal Peluncuran dan Harga Belum Diumumkan

YouTube dilaporkan berpotensi mengumumkan layanan audiobook tersebut pada tahun 2027. Namun, informasi ini masih berupa rencana yang dilaporkan media, bukan jadwal peluncuran resmi dari perusahaan.

YouTube juga belum mengonfirmasi harga, wilayah pemasaran, daftar penerbit yang berpartisipasi, atau cara pelanggan mengakses audiobook. Belum diketahui layanan ini akan tersedia secara global sejak awal atau diluncurkan secara bertahap di sejumlah negara.

Dengan demikian, pengguna masih perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui bentuk layanan yang akan ditawarkan. Jika terealisasi, audiobook dapat menjadi tambahan penting bagi YouTube Premium sekaligus memperkuat persaingan di pasar buku audio digital.

Untuk saat ini, perkembangan tersebut masih berada pada tahap penjajakan sebagaimana dilaporkan media. Detail layanan, biaya berlangganan, dan tanggal ketersediaan belum dapat dipastikan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA