AWS dorong era AI agents otonom dengan Amazon Nova, Bedrock Agent Core, Trainium 3, dan S3 Vectors untuk percepat transformasi bisnis berbasis AI.
AWS dorong era AI agents otonom dengan Amazon Nova, Bedrock Agent Core, Trainium 3, dan S3 Vectors untuk percepat transformasi bisnis berbasis AI.

AWS Dorong Era AI Agents Otonom, Hadirkan Fondasi Lengkap untuk Transformasi Bisnis

Lufthi Anggraeni • 04 Februari 2026 14:51
Ringkasnya gini..
  • AWS mendorong pergeseran dari generative AI ke AI agents otonom berkemampuan menyelesaikan tugas nyata.
  • Hadirkan Frontier Agents, Amazon Nova, Nova Forge, dan Bedrock Agent Core untuk orkestrasi agen skala produksi.
  • Didukung infrastruktur baru seperti Trainium 3 dan S3 Vectors menekan biaya dan meningkatkan performa AI.
Jakarta: Amazon Web Services (AWS) menegaskan bahwa fase berikutnya dari transformasi digital berbasis kecerdasan buatan tidak lagi berhenti pada generative AI yang bersifat responsif, melainkan bergerak menuju AI agents otonom.
 
Dalam pendekatan ini, AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi mampu merencanakan, mengambil keputusan, serta menjalankan tugas nyata secara mandiri dalam lingkungan produksi bisnis. AWS menilai bahwa transformasi bisnis yang sesungguhnya terjadi ketika AI dapat menyelesaikan pekerjaan, bukan sekadar menghasilkan teks atau rekomendasi.
 
“Transformasi bisnis yang sesungguhnya terjadi ketika AI tidak hanya memberi respons, tetapi bertindak, menggunakan tools, memahami konteks organisasi, dan bekerja layaknya anggota tim digital,” ujar ASEAN Technology Lead for Strategic Initiatives Joel Garcia.

Pergeseran ini menandai transisi dari pola interaksi tanya–jawab menuju sistem agen yang memiliki pemikiran jangka panjang, mampu bertindak otonom, serta dapat memanfaatkan berbagai tools eksternal layaknya manusia. 
 
Untuk mendukung adopsi AI agents, AWS menggarisbawahi empat fondasi utama, yakni pilihan model yang semakin kuat dan terjangkau, integrasi dengan data dan pengetahuan organisasi, infrastruktur yang aman dan scalable, serta ketersediaan tools pengembang untuk membangun agen dengan mudah.
 
Keempat elemen ini diposisikan sebagai prasyarat agar agen AI dapat bekerja efektif, terkontrol, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Sebagai bagian dari strategi ini, AWS memperkenalkan tiga Frontier Agents.
 
Kira Autonomous Agent dirancang untuk mendampingi pengembang dalam proses debugging dan penulisan kode, sehingga mempercepat siklus pengembangan aplikasi. Security Agent berfungsi melakukan penilaian keamanan kode secara otomatis dan terintegrasi dengan workflow seperti GitHub.
 
Sementara itu, DevOps Agent bertugas menganalisis gangguan sistem, memberikan rekomendasi, bahkan melakukan perbaikan operasional secara otomatis. Ketiganya ditujukan AWS untuk mempercepat proses build, secure, dan operate dalam siklus hidup aplikasi. 
 
Di sisi model AI, AWS turut menghadirkan Amazon Nova dan Nova 2, mencakup model ringan hingga kemampuan reasoning mendalam, serta mendukung fungsi voice-to-voice, speech-to-speech, dan generasi gambar.
 
Model ini telah digunakan oleh jutaan pelanggan, termasuk di kawasan ASEAN. Selain itu, AWS memperkenalkan Nova Forge, memungkinkan organisasi membangun model frontier khusus dengan memanfaatkan data internal.
 
Salah satu contoh implementasi menunjukkan efisiensi model dapat meningkat hingga 20% hingga 50% lebih hemat biaya. Untuk orkestrasi agen di lingkungan produksi, AWS menyediakan Amazon Bedrock Agent Core.
 
Platform ini mencakup kebijakan agen untuk governance dan compliance, sistem evaluasi agen, serta fitur episodic memory memungkinkan agen belajar dari pengalaman sebelumnya. Implementasi nyata terlihat pada Sony, menjalankan 150.000 inferensi per hari dan mencatat peningkatan efisiensi riset lebih dari 100 kali lipat. 
 
AWS juga memperluas peran AI dalam modernisasi aplikasi melalui layanan AWS Transform, membantu migrasi sistem seperti Windows atau SQL Server ke Postgres. Contoh penerapan oleh perusahaan Zilnex di Malaysia menunjukkan penurunan biaya dan peningkatan performa sistem POS untuk 5.000 pelanggan.
 
Dari sisi infrastruktur, AWS memperkenalkan generasi baru komputasi AI melalui Trainium 3, diklaim 40% lebih efisien, serta Trainium 3 Ultra Server dengan kapasitas komputasi 4,4 kali lipat. Konsep AI Factory juga diusung untuk mendukung integrasi AI skala besar di pusat data pelanggan.
 
Dalam pengelolaan data, inovasi S3 Vectors memungkinkan penurunan biaya penyimpanan vektor hingga 90%, akses data 10 kali lebih cepat, dan hanya seperempat biaya sebelumnya. Sementara itu, S3 Object Storage kini mendukung objek hingga 50TB. 
 
Melalui rangkaian inovasi ini, AWS memposisikan diri sebagai platform komprehensif untuk era agentic AI, memungkinkan pelanggan bergerak dari tahap eksperimen menuju implementasi agen AI yang berdampak langsung pada operasional bisnis. Transformasi digital pun bergeser dari sekadar menggunakan AI menjadi menghadirkan AI yang benar-benar bekerja untuk organisasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA