Ilustrasi: Ericsson
Ilustrasi: Ericsson

5 Hal Tentang 5G yang Perlu Diketahui

Teknologi telekomunikasi ericsson
Cahyandaru Kuncorojati • 11 Oktober 2021 11:03
Jakarta: Indonesia telah memasuki era 5G setelah beberapa operator Tanah Air meluncurkan teknologi generasi kelima. Dengan kecepatan lebih tinggi, latensi sangat rendah, dan jangkauan luas, 5G adalah kekuatan transformasional yang sangat penting dalam mendukung agenda pemerintah menuju transformasi digital dan penerapan Industri 4.0 di Indonesia.
 
5G menjanjikan pengiriman data 10-100 kali lebih cepat dibandingkan teknologi saat ini. Namun, kinerja jaringan 5G tidak hanya diukur berdasarkan kecepatannya saja, tetapi juga latensi, keandalan konektivitas wireless, dan kapasitas untuk perangkat dalam jumlah besar.
 
Mengapa itu penting? Saat ini, pengguna ponsel semakin banyak menggunakan aplikasi imersif yang membutuhkan respons real-time. Salah satu contohnya adalah cloud gaming dan aplikasi AR/VR. Pertanyaan selanjutnya, apa faktor-faktor yang bisa mempercepat penerapan 5G? 
 
Untuk menggali lebih dalam tentang hal ini, Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia, bersama
Magnus Ewerbring, Chief of Technology of Ericsson untuk wilayah Asia Pasifik, dan Ronni Nurmal, Head of Network Solutions Ericsson Indonesia berbagi pengetahuan tentang keuntungan yang ditawarkan oleh jaringan, hal-hal mendasar seputar 5G.
 
1. Spektrum Frekuensi Radio
Spektrum adalah aset penting bagi penyedia layanan komunikasi. Spektrum frekuensi radio untuk 5G mencakup rentang frekuensi berbeda, masing-masing dengan karakteristik berbeda. Masing-masing dari ketiga komponen itu hadir di pasar dengan cara berbeda secara material, dalam hal kinerja dan cakupan. Dalam penerapan awal, cakupan merupakan faktor utama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama, spektrum high band cocok untuk menambah kapasitas luar ruangan di kawasan perkotaan dengan konsentrasi pengguna tinggi, seperti, stasiun kereta api dan bus, kawasan pusat bisnis, dan di sekitar landmark.
 
High band dapat menyediakan fixed broadband untuk bisnis dan area residensial di lingkungan pinggiran kota yang belum terjangkau jaringan serat optik, dan dipasang satu persatu di sebuah lingkungan hunian. 
 
5G juga berpeluang meningkatkan kapasitas fenomenal di seluruh kawasan metropolitan. Spektrum mid band sangat cocok untuk menghasilkan jangkauan jaringan seluler yang mulus di area metropolitan dan sepanjang jalan raya. 
 
Skenario penerapan jaringan di low band cocok untuk cakupan nasional, di wilayah metropolitan, kota kecil, dan pedesaan. Spektrum low band akan dibangun dengan cara mirip dengan cara 1G dan 2G diperkenalkan pada beberapa dasawarsa lalu – dengan fokus awal pada cakupan. 
 
2. Evolusi Antena Radio
Pada umumnya, jaringan telekomunikasi seluler terdiri atas empat domain utama, yaitu perangkat, radio access network (RAN), core network (CN), dan transport network. Sementara itu, RAN tradisional terdiri atas tiga komponen utama, yaitu baseband, radio dan antena. 
 
Dengan 5G, arsitektur tradisional (3G/4G) dan operasi jaringan seluler mengalami perubahan. Untuk higher band, antena 5G terintegrasi dengan radio. Bagian penting dari hardware dan software baseband terintegrasi dengan antena.
 
Integrasi tersebut memungkinkan penerapan Massive MIMO berkemampuan tinggi dan efisien, beamforming (teknik yang memfokuskan sinyal wireless ke perangkat penerima tertentu), dan beam tracking yang diperlukan untuk menggunakan frekuensi 5G yang relatif tinggi secara efisien. 
 
3. Network Slicing
Kehadiran 5G membawa teknologi baru dan menciptakan peluang bisnis baru bagi semua industri. Hal ini mendorong perusahaan dalam mencari solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan mereka dan untuk memanfaatkan peluang baru.
 
Pelaku bisnis menginginkan proses bisnis dan operasional otomatis, dimulai dari pemesanan layanan, aktivasi, pengiriman, hingga penghentian layanan. Mereka mengharapkan layanan disediakan lebih cepat dengan tingkat keamanan tinggi. 
 
Network Slicing merupakan jawaban terbaik bagi operator dalam memenuhi kebutuhan dan melampaui ekspektasi berbagai pengguna. Selain itu, network slicing juga memberikan peluang bisnis sangat besar bagi penyedia layanan komunikasi, membuka berbagai peluang dan kesempatan go-to-market (strategi perusahaan untuk memanfaatkan sumber daya agar dapat memiliki nilai tambah dan meraih keunggulan kompetitif) – terutama pada segmen perusahaan. 
 
4. Keamanan 5G
Secara hakiki, 5G berbeda dari teknologi generasi sebelumnya. Jaringan 5G akan berfungsi sebagai infrastruktur penting untuk memfasilitasi digitalisasi, otomatisasi, dan konektivitas mesin, robot, solusi transportasi, dan sebagainya.
 
Untuk itu, keamanan menjadi semakin penting pada era 5G karena ancaman keamanan terus berkembang, infrastruktur dan risiko bisnis terus meningkat, kebutuhan regulasi meningkat, skenario penerapan dan terciptanya use case baru, miliaran perangkat baru, serta tantangan yang berkenaan dengan cloud.
 
5. 5G untuk Pengguna dan Bisnis
Peluncuran 5G membuka peluang baru bagi masyarakat. Penelitian kami menunjukkan peluang utama pada bidang Enhanced Video (4K, 8K dan format 360 derajat), Live Sports Streaming, Musik dan Permainan (seluler dan cloud), Augmented dan Virtual Reality (AR/VR), Layanan IoT Konsumen, Hiburan dan Konektivitas dalam mobil, dan Digital Advertising.
 
Oleh karena itu, 5G menjadi sebuah “ecosystem play” yang memberikan penyedia layanan komunikasi peluang baru untuk meningkatkan pendapatan di luar domain tradisional konektivitas dan mobilitas mereka.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif