Menurut Forbes, pencapaian Nintendo kali ini memang cukup mengejutkan. Bahkan jika dilihat dari pencapaian jumlah penggunanya, aplikasi ini telah berhasil melebihi kesuksesan LINE yang sempat memegang rekor pengguna terbanyak dalam waktu singkat.
Meski demikian ada beberapa pihak yang mengkhawatirkan masa depan aplikasi ini nantinya. Kekhawatiran tersebut muncul karena Nintendo masih belum mengumumkan model bisnis apa yang akan digunakannya nanti.
Melihat pergerakan model bisnis aplikasi, terutama di wilayah Asia, model "free-to-play" saat ini merupakan yang paling banyak diadopsi. Model bisnis ini juga terbukti telah dapat menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit.
Namun jika salah langkah, model bisnis free-to-play akan berakibat buruk bagi Nintendo. Hal tersebut dikarenakan model bisnis ini memungkinkan Nintendo untuk mengeksploitasi penggunanya secara bebas.
Jika dilakukan berlebihan, maka akan berdampak buruk kepada pengguna dan akhirnya mereka akan meninggalkan aplikasi ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News