Menurut Reuters, Siri akan mempelajari bahasa Shanghai, dialek khusus dari bahasa Mandarin Wu yang hanya digunakan oleh masyarakat di sekitar salah satu kota terbesar di Tiongkok tersebut. Pembelajaran ini ditujukan untuk menangani permasalahan terkait bahasa yang selama ini dialami pengguna asisten pribadi digital.
Kemampuan memahami bahasa secara natif dinilai rumit bagi asisten virtual, terlebih jika fitur ini menjadi alat penting untuk pengoperasian smartphone dan perangkat lainnya.
Meski demikian, kemampuan ini termasuk salah satu kemampuan terpenting bagi asisten pribadi virtual di pasar smartphone, yang sebagian besar berada di luar Amerika Serikat.
Apple juga dilaporkan mulai menerapkan mode diktasi pada penerjemah text-to-speech dalam bahasa baru. Mode ini memanfaatkan perekaman audio untuk menghimpun data yang akan digunakan oleh actor suara sebagai bahasa terbaru Siri.
Sementara itu, Siri sebagai asisten pribadi tertua di ranah tersebut saat ini telah memiliki kemampuan untuk memahami 21 bahasa lokal pada 36 negara. Hal ini belum dimiliki oleh asisten suara karya perusahaan teknologi lain, yaitu Google Assistant, Amazon Alexa, dan Microsoft Cortana.
Sebelumnya Apple dilaporkan masih merajai pasar smartphone di negara asalnya, Amerika Serikat. Hal ini diungkapkan melalui laporan terbaru yang disuguhkan oleh perusahaan penelitian marketing comScore, berdasarkan data yang dihimpun selama tiga bulan dan berakhir di Januari 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News