Perusahaan pembuat smartwatch/fitness tracker bisa mengumpulkan data detak jantung dari puluhan orang. Fitbit berhasil mengumpulkan data detak jantung secara besar-besaran.
Mereka mendapatkan data terkait detak jantung selama 150 miliar jam. Data ini mereka dapatkan dari jutaan orang di seluruh dunia, lapor Yahoo.
Fitbit juga mengetahui umur, gender, lokasi, tinggi, berat, tingkat aktivitas dan pola tidur pengguna. Karena itulah, mereka berhasil membuat laporan tentang hubungan antara detak jantung dan kesehatan seseorang dengan jumlah data detak jantung terbesar.
Agar tidak merusak privasi pengguna, Fitbit membuat semua data ini menjadi anonim sehingga nama pengguna tidak akan ditampilkan.
Laporan Fitbit fokus pada detak jantung saat diam (Resting Heart Rate/RHR). RHR penting karena ia bisa menunjukkan kesehatan Anda secara keseluruhan.
"Satu hal yang menarik tentang RHR adalah karena ia merupakan metrik yang kaya informasi tentang gaya hidup, kesehatan dan kebugaran seseorang secara keseluruhan," kata Scott McLean, Principal R&D Scientist, Fitbit.
Semakin tinggi RHR seseorang, semakin besar pula kemungkinan dia meninggal lebih cepat. Menurut Copenhagen Heart Study, jika Anda memiliki RHR 80 detak per menit (beat per minute/bpm), maka kemungkinan Anda meninggal karena masalah jantung menjadi dua kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan orang dengan RHR 50 bpm.
Berbagai studi juga telah menunjukkan adanya hubungan antara RHR dengan diabetes. "Di Tiongkok, 100 ribu orang diteliti selama 4 tahun," kata Hulya Emir-Farinas, Director of Data Science, Fitbit.
"Setiap kenaikan 10 bpm pada RHR, kemungkinan seseorang terkena diabetes di masa depan naik 23 persen."
Dia juga mengatakan bahwa semakin rendah RHR seseorang, semakin baik. Normalnya, RHR akan ada pada angka 60-100 bpm. Jika Anda memiliki RHR di luar rentang itu, Anda mungkin harus berkonsultasi dengan doktor.
Atlet adalah pengecualian. Atlet biasanya memiliki RHR yang lebih rendah, sekitar 40 bpm.
Ada berbagai faktor yang memengaruhi RHR seseorang, mulai dari umur, gender, keadaan emosi, tingkat stres, diet, dan ukuran tubuh. Tentu saja tingkat aktif seseorang dalam melakukan olahraga juga memengaruhi RHR mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News