CEO Disney Bob Iger mengindikasikan bahwa layanan streaming video karyanya akan meluncur pada akhir 2019.
CEO Disney Bob Iger mengindikasikan bahwa layanan streaming video karyanya akan meluncur pada akhir 2019.

Layanan Streaming Video Disney Segera Hadir

Lufthi Anggraeni • 11 Maret 2019 07:24
Jakarta: Pada bulan November 2018 lalu, Disney dilaporkan akan menghadirkan layanan streaming video bernama Disney+, sebagai pesaing dari Netflix, Hulu, Amazon, dan Apple. Kini beredar sejumlah informasi terbaru terkait dengan layanan ini.
 
Selama rapat pemegang saham pada pekan lalu, CEO Disney Bob Iger mengungkap sejumlah informasi terkait layanan streaming. Salah satu informasi yang diungkap Iger adalah Disney+ akan menawarkan seluruh perpustakaan animasi Disney.
 
Sebagai informasi, Disney dikenal masyarakat sebagai saluran hiburan yang hanya menawarkan film karyanya via DVD dalam rentang waktu terbatas. Setelahnya, film Disney ini akan terkunci di perpustakaan Disney Vault untuk beberapa tahun sebelum diluncurkan kembali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, setelah Disney+ resmi meluncur, kunci pada Disney Vault akan dibuka. Selain film klasik dan versi lebih baru, termasuk Frozen, Iger menyebut layanan ini akan menyuguhkan sejumlah pemrograman orisinal termasuk serial Star Wars bertajuk The Mandalorian.
 
Iger juga menyebut bahwa konten teatrikal baru akan membutuhkan waktu selama satu tahun untuk dapat tersedia dari layar bioskop ke layar ponsel pengguna. Disney+ akan mengombinasikan film lama dan konten baru.
 
Selain itu, lanjut Iger, seluruh film yang dirilis Disney pada tahun 2019 ini, dimulai dengan Captain Marvel, juga akan tersedia di layanan video streaming tersebut. Sayangnya, Iger tidak mengungkapkan tanggal peluncuran untuk Disney+, meski mengindikasikannya akan meluncur pada akhir tahun 2019 ini.
 
Sementara itu sebagai salah satu layanan streaming pertama dan terbesar di dunia, Netflix mengaku tak masalah ketika salah satu partner lama mereka, Disney, berpisah dan menciptakan layanan streaming sendiri.
 
Co-founder dan CEO Netflix Reed Hastings mengaku senang, sebab akan memiliki teman di ranah layanan ini, dan kehadiran Disney+ disebutnya akan memberikan keuntungan bagi konsumen di seluruh dunia.
 
Hastings juga menyebut melihat bahwa Disney yang masuk ke layanan streaming secara mandiri akan meningkatkan kualitas layanan lainnya yang sudah ada. Dengan demikian, pasar layanan streaming video dinilainya akan semakin kompetitif.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif