Sesi diskusi Women in Tech
Sesi diskusi Women in Tech

Women in Tech Dorong Pemberdayaan Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Indonesia

Mohammad Mamduh • 26 September 2022 10:21
Jakarta: Melebarnya kesenjangan gender digital kini semakin jelas oleh minimnya akses dan literasi digital perempuan. Ini juga menimbulkan peningkatan risiko keamanan siber bagi perempuan di masa pandemi.
 
Berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA), Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN), dan Telkom University, Huawei Indonesia menggelar seminar bertajuk Women in Tech: Tech for Her, Tech with Her, Tech by Her.
 
Diharapkan upaya ini mendorong penyediaan teknologi TIK bagi perempuan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan. Sekaligus mendorong partisipasi perempuan dalam industri teknologi, peningkatan kapasitas perempuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seminar ini juga diharapkan menyiapkan pemimpin perempuan yang bisa tampil di berbagai institusi dan organisasi berbasis teknologi. Perhelatan juga diselenggarakan dalam rangka memeriahkan perayaan Dies Natalies Telkom University yang ke-32. 
 
“Terselenggaranya talkshow hari ini diharapkan menjadi wadah untuk mendapatkan inspirasi yang nantinya dapat menjadi motivasi tambahan bagi para mahasiswa Telkom University untuk berperan aktif dalam pengembangan teknologi di masa depan," kata Prof. Adiwijaya, Rektor Telkom University.
 
"Diharapkan kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Telkom University dan Huawei, tapi juga bangsa Indonesia. Semoga apa yang disampaikan melalui kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua.”
 
Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N. Rosalin, menegaskan pentingnya kolaborasi multi-stakeholder dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, isu sentral yang diusung dalam Presidensi Indonesia pada G20 Ministerial Conference on Women’s Empowerment, yakni “care economy” pasca-pandemi, menutup kesenjangan gender digital, dan kewirausahaan perempuan. 
 
“Harapannya, Perempuan Indonesia dapat berkontribusi lebih besar dan aktif dalam penguatan ekonomi digital sekaligus mewujudkan kesetaraan gender digital. Saya berharap inisiatif ini menginspirasi gerakan yang lebih masif dan melibatkan segenap pemangku kepentingan,” kata Lenny.
 
Saat ini, menurut data Pemerintah Indonesia, perempuan turut peran menopang ekonomi Indonesia melalui kewirausahaan. Lebih dari 50 persen pemilik kewirausahaan adalah perempuan. Sedangkan, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah saat ini berkontribusi hingga 60 persen bagi Produk Domestik Bruto di Indonesia. 
 
Asri Setyowati, Koordinator Kelompok Kebijakan Standarisasi dan Pemantauan SDM Keamanan Siber dan Sandi Negara, BSSN, menegaskan adanya peluang besar bagi para perempuan untuk terjun di bidang ICT teknologi, terkhusus keamanan siber.
 
Ini mengingat terbukanya 3,5 juta pekerjaan baru di bidang ini hingga 2021, naik 3,5 kali lipat dari 1 juta posisi baru secara global hanya dalam kurun 8 tahun sejak 2013, menurut rekam data dari Cybersecurity Ventures. 
 
“Ini kesempatan emas untuk sekaligus menegakkan kesetaraan gender serta meningkatkan kontribusi perempuan terhadap ekonomi digital melalui peningkatan kompetensi dan kemampuan perempuan di ranah siber selain penguasaan teknis operasional dan profesional di bidang siber,” ujar Asri.
 
Asri menambahkan sejak tahun lalu, BSSN telah menginisiasi bersama berbagai stakeholder termasuk Huawei sebuah gerakan Indonesian Women in Cybersecurity untuk mendorong kesetaraan gender di sektor teknologi, memperkuat kemandirian perempuan serta membuka kesempatan dan peluang bagi perempuan untuk menjadi aktor utama dalam revolusi teknologi. 
 
Sementara itu, Yenty Joman, Director of Government Affairs, Huawei Indonesia, percaya bahwa di era digital, wanita akan menjadi landasan industri teknologi. Peningkatan partisipasi dan pemberdayaan perempuan akan membuka seluruh dunia kemungkinan baru dan membawa kemajuan teknologi serta bisnis baru ke dunia.
 
Pada seminar ini, Huawei juga menerima penghargaan dari Telkom University sebagai Best Collaboration Partner of the Year dalam ajang Tel-U Award 2022. Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi Telkom University kepada Huawei Indonesia sebagai mitra kolaborasi yang dinilai telah berperan aktif dalam mengembangkan ekosistem TIK lokal.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif