Menkominfo Johnny G. Plate (kanan) bertemu dengan President Boeing Satellite Systems Internasional Ryan Reid.
Menkominfo Johnny G. Plate (kanan) bertemu dengan President Boeing Satellite Systems Internasional Ryan Reid.

Menkominfo ke AS, Pantau Pembuatan Satelit oleh Boeing dan SpaceX

Cahyandaru Kuncorojati • 27 Juli 2022 15:37
Jakarta: Menkominfo Johnny G. Plate dilaporkan dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat sempat bertamu ke Boeing dan SpaceX. Di kesempatan tersebut dia ingin memantau proses pembuatan satelit milik Indonesia.
 
Boeing, SpaceX, dan Hughes Network System telah dipercaya untuk mengerjakan proyek Hot Backup Sattelite (HBS), cadangan apabila terjadi kendala di satelit SATRIA-1 yang saat ini masih dalam pengembangan di Thales Alenia Space, Perancis, dan ditargetkan meluncur di 2023.
 
Boeing dipercaya sebagai manufaktur satelit HBS sementara SpaceX akan menyediakan roket peluncur untuk menerbangkannya. Hughes Network System akan menyediakan menyediakan solusi broadband untuk teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang digunakan pada satelit HBS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menkominfo melakukan kunjungan bersama Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo Anang Latif, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail, dan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Usman Kansong.
 
BAKTI Kemkominfo pada bulan Maret lalu telah menandatangani kontrak proyek HBS dengan pemenang lelang Konsorsium Nusantara Jaya. Konsorsium Nusantara Jaya merupakan gabungan dari beberapa perusahaan, yaitu PT Satelit Nusantara Lima, PT DSST Mas Gemilang, PT Pasifik Satelit Nusantara, dan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera.
 
“HBS dipilih dalam rangka menyediakan dukungan cadangan untuk memitigasi segala risiko yang mungkin terjadi pada satelit SATRA-1. Selain memiliki fungsi utama sebagai cadangan bagi SATRIA-1, penyediaan HBS bertujuan untuk menambah kecepatan internet dan meningkatkan user experience,”jelas Anang Latif.
 
Proyek pembuatan HBS berlangsung sejak 19 Oktober 2021 ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui BAKTI melaksanakan pengadaan dengan berpedoman pada Peraturan Direktur Utama BAKTI Nomor 4 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Penyediaan Hot Backup Satellite untuk Transformasi Digital.
 
Dirjen SDPPI Kemkominfo Ismail menerangkan teknologi satelit ini merupakan pilihan paling tepat untuk mengatasi permasalahan pemerataan akses internet bagi negara yang bentang wilayahnya berkepulauan seperti Indonesia ini.
 
“Dengan satelit, titik-titik terpencil dapat dijangkau dengan relatif mudah dan merata. Teknologi satelit melengkapi berbagai penyediaan infratruktur akses sinyal dan internet yang telah dibangun Kementerian Kominfo seperti jaringan tulang punggung internet berkecepatan tinggi dan ribuan BTS 4G di daerah Terdepan, Terluar, dan tertinggal (3T),” tuturnya.
 
Program HBS direncanakan memulai konstruksinya tahun 2022 ini dan akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2023. Diharapkan pada kuartal keempat tahun 2023 sudah dapat beroperasi melayani masyarakat.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif