Mengutip GSM Arena, hal ini menandai kehadirannya sebagai anggota terbaru dari keluarga Dimensity yang ditujukan untuk pengalaman penggunaan lebih efisien dan seimbang antara performa serta konsumsi daya.
MediaTek Dimensity 7100 diproduksi menggunakan proses fabrikasi 6 nm, yaitu teknologi manufaktur yang umum dipakai untuk menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi energi. Menurut informasi resmi yang dirilis, SoC ini mengusung CPU delapan inti.
Kedelapan inti tersebut terdiri dari empat inti Arm Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,4 GHz serta empat inti Arm Cortex-A55 berkecepatan hingga 2,0 GHz. Konfigurasi ini dipadukan dengan GPU Mali-G610, diklaim menawarkan peningkatan kinerja grafis sekitar 8 persen dibanding seri sebelumnya di rentang yang sama.
Salah satu fokus utama MediaTek pada Dimensity 7100 adalah peningkatan efisiensi energi di berbagai skenario penggunaan. SoC ini diklaim mampu bekerja lebih hemat pada pemakaian aplikasi, pemutaran multimedia, serta penggunaan modem 5G, melalui teknologi seperti MediaTek UltraSave 3.0+ yang terintegrasi dalam modem 3GPP Release-16.
Teknologi ini dirancang untuk memberikan pengalaman jaringan 5G yang lebih efisien terhadap baterai tanpa mengorbankan kecepatan koneksi, termasuk dukungan untuk Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.4. MediaTek juga memastikan Dimensity 7100 mendukung RAM LPDDR5* berkecepatan tinggi hingga 5 500 Mbps dan penyimpanan UFS 3.1.
Dengan demikian, perangkat yang memakai chipset ini dapat menawarkan performa responsif serta pengelolaan data cepat. Fitur konektivitas dan teknologi memori ini menjadi keunggulan tersendiri bagi ponsel kelas menengah yang ingin memberikan pengalaman setara perangkat premium dengan harga lebih terjangkau.
Dalam aspek multimedia, Dimensity 7100 turut menawarkan dukungan sensor kamera utama hingga 200MP serta beragam fitur fotografi modern seperti HDR, multi-frame noise reduction, dan deteksi wajah berbasis akselerasi hardware.
Di sisi layar, chipset ini mendukung layar dengan refresh rate hingga 120 Hz serta kedalaman warna 10-bit, sehingga pengguna dapat menikmati animasi lebih mulus dan warna visual lebih kaya pada perangkat yang memakai SoC ini.
Kemampuan ini akan menjadi nilai tambah bagi smartphone kelas menengah di 2026, terutama ketika memenuhi ekspektasi pengguna yang kian tinggi terhadap kualitas foto, video, dan konten gaming ringan tanpa perlu membeli perangkat flagship.
MediaTek Dimensity 7100 berada di bawah jajaran chipset flagship seri Dimensity 9000 namun tetap membawa sejumlah peningkatan signifikan dibanding pendahulunya di kelas mid-range, seperti Dimensity 7050 lebih sederhana.
Keunggulan utama dari 7100 adalah kombinasi performa CPU responsif, GPU lebih cepat, serta modem 5G efisien, semua tetap pada efisiensi daya yang optimal berkat fabrikasi 6 nm. Hingga kini, sejumlah perangkat smartphone yang direncanakan rilis pada tahun 2026 diprediksi akan mengadopsi chipset ini untuk segmen mid-range.
Contohnya adalah smartphone seperti Infinix Note Edge, dari bocoran sertifikasi perangkat telah teridentifikasi menggunakan Dimensity 7100 sebagai otaknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News