Mengutip Phone Arena, paket ini diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian layanan Google One dan dirancang untuk memberikan akses ke kemampuan AI yang sebelumnya hanya tersedia pada paket premium lebih mahal.
Google AI Plus dipasarkan dengan harga USD7,99 (Rp133.279) per bulan, sekitar setara paket mid-tier pesaing seperti ChatGPT Go. Layanan Google AI Plus ini akan tersedia di sekitar 35 negara, termasuk Amerika Serikat.
Dengan berlangganan paket ini, pengguna mendapatkan akses ke alat AI seperti Gemini 3 Pro serta Nano Banana Pro, ruang penyimpanan cloud tambahan sebesar 200GB untuk foto dan file, serta fitur khusus lain seperti Deep Research, Notebook LM, dan 200 kredit bulanan untuk pembuatan video AI.
Google menyatakan bahwa langganan Google AI Plus memberikan kombinasi fitur relevan bagi pengguna lebih luas, terutama mereka yang sudah aktif menggunakan layanan seperti Gmail dan Google Photos, karena paket ini menawarkan manfaat ekstra berupa ruang penyimpanan besar dan pengalaman tanpa iklan.
Paket ini juga menjadi pilihan kompetitif terhadap ChatGPT Go dari OpenAI, yang juga diposisikan sebagai paket AI sekelas mid-tier dengan harga serupa, meskipun dengan pendekatan berbeda pada fitur dan dukungan iklan.
Pengguna baru yang mendaftar Google AI Plus juga dapat menikmati diskon 50% untuk dua bulan pertama, sehingga biaya langganan bisa turun menjadi sekitar USD3,99 (Rp66.556) per bulan pada periode awal.
Sementara itu, pemegang paket Google One Premium dengan penyimpanan 2TB secara otomatis akan mendapatkan seluruh manfaat baru yang termasuk dalam Google AI Plus. Dengan penawaran ini, Google berupaya memperluas adopsi alat AI canggih ke segmen pengguna lebih luas dan bersaing langsung dengan layanan serupa di pasar kecerdasan buatan yang terus berkembang.
Paket ini menjadi langkah strategis Google untuk memperkuat ekosistem layanan AI mereka di tengah meningkatnya kompetisi dari berbagai pemain, termasuk OpenAI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News