Perusahaan asal Jepang itu akan melepas 95 persen saham di Toshiba Visual Solutions ke Hisense Electric dengan nilai USD113,6 juta (Rp1,5 triliun). Toshiba akan menyimpan 5 persen saham sisanya.
Menurut laproan The Verge, Toshiba memang tengah mengalami kesulitan keuangan setelah departemen nuklir di Amerika Serikat mereka mengalami kebangkrutan pada bulan Maret lalu.
Sejak itu, Toshiba telah menjual beberapa divisi mereka demi bertahan, termasuk divisi pembuat mesin cuci dan mesin cuci piring ke Midea Group dari Tiongkok.
Divisi Visual Solutions dilaporkan mengalami kerugian operasi sebesar USD54,1 juta (Rp732,5 miliar) pada tahun fiskal lalu. Sementara itu, Hisense sendiri pernah mengalami masalah lain. Pada bulan Juni, Sharp Corp. dari Jepang menuntut mereka di pengadilan San Francisco.
Dalam tuntutan tersebut, Sharp menuduh Hisense menjual TV Sharp dengan kualitas kurang baik yang membuat nilai merek mereka menjadi turun, membuat iklan salah tentang ukuran dan tingkat keterangan TV bermerek Sharp dan membuat TV yang mengeluarkan radiasi berlebih yang berbahaya. Namun, pada akhirnya, Sharp membatalkan tuntutan ini.
Hubungan Hisense dengan Sharp mungkin sudah tidak lagi terselamatkan. Namun, keputusan Hisense untuk mengakuisisi divisi televisi Toshiba akan memungkinkan perusahaan Tiongkok itu membuat TV 4K laser.
Proses akuisisi ini diperkirakan selesai paling cepat pada Februari 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News