Suasana gathering perdana Game Talent ID
Suasana gathering perdana Game Talent ID

Game Talent Indonesia Ingin Bantu Bakat Muda Industri Game

Cahyandaru Kuncorojati • 22 Maret 2021 08:07
Jakarta: Talenta adalah tulang punggung sebuah industri, termasuk industri game. Untuk itu, diperlukan peran serta yang aktif dari institusi pendidikan, baik perguruan tinggi maupun vokasi untuk mencetak talenta yang bisa memenuhi kebutuhan industri dalam memproduksi karya yang berkualitas.
 
Menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Game Indonesia (AGI) bekerja sama dengan Agate Academy meluncurkan sebuah program bertajuk Game Talent Indonesia atau Game Talent ID.
 
Game Talent ID adalah sebuah inisiatif yang bertujuan memperkecil celah antara lulusan akademik dengan industri melalui berbagai program seperti webinar, magang hingga kompetisi pengembangan game.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program ini dilaksanakan dengan membentuk sebuah aliansi antara institusi akademik seperti universitas, politeknik, dan institusi vokasional dengan industri yang diwakili oleh AGI yang merupakan asosiasi industri dan Agate Academy.
 
Inisiatif ini sendiri telah meluncur pada tanggal 8 Maret 2021, melalui sebuah gathering perdana yang digelar secara virtual. Kemudian dilanjutkan dengan konferensi pers online pada 10 Maret. Terdapat 18 perwakilan dari perguruan tinggi anggota pertama Game Talent ID yang memiliki jurusan di bidang game.
 
Beberapa perwakilan ini seperti BINUS Bandung, Universitas Pasundan, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Institut Pertanian Bogor, Universitas Multimedia Nusantara, STMIK & Politeknik LPKIA, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Universitas Telkom, dan
Universitas Amikom Yogyakarta.
 
“Game Talent ID adalah sebuah program yang tujuannya untuk menyatukan para akademisi dengan pelaku industri,” ungkap Cipto Adiguno, Ketua Umum dari AGI. “Hal ini dilakukan supaya usaha-usaha AGI dalam mengembangkan talenta di industri game bisa lebih merata.”
 
“Agate dulu dibentuk oleh para mahasiswa pada tahun 2009, dan dengan Game Talent ID ini kita melengkapi full circle dengan membantu rekan-rekan akademisi untuk membuat program bagi mahasiswanya,” ungkap Aditia Dwiperdana, Vice President of Talent dari Agate.
 
“Ini juga sesuai dengan mimpi kita sejak dulu, yaitu bagaimana merangkul lebih banyak orang lagi untuk terjun di industri game,” lanjutnya.
 
AGI dan Agate Academy sendiri sudah menyiapkan beberapa program di bawah bendera Game Talent ID ini. Pertama, ada webinar yang membahas tentang industri game dan tren teknologi game saat ini yang diperuntukkan dengan dosen.
 
Diharapkan dengan adanya webinar ini, dosen akan terus mengetahui perkembangan industri game, dan bisa memperkaya pengetahuan mahasiswanya.
 
Program lain yang disiapkan adalah diskusi mengenai kurikulum yang melibatkan institusi akademi dengan pelaku industri. Diskusi ini diharapkan bisa menyelaraskan kurikulum pendidikan yang ada dengan kebutuhan industri. 
 
Bagi mahasiswa yang memiliki ide atau purwarupa game yang sudah bisa dimainkan, satu program lain yang disiapkan adalah Oh My Game (OMG) Pitch Your Idea.
 
Program yang awalnya diinisiasi oleh AGI dengan Asprodi DKV ini memberikan “panggung” kepada para mahasiswa untuk mempresentasikan ide atau purwarupa game yang mereka buat, yang nantinya akan dikomentari oleh para pelaku industri game.
 
Selain tiga program di atas, ada juga beberapa program lain seperti kursus online DiLo Game Academy, program magang di industri game, kuliah tamu, hingga kompetisi pengembangan game. 
 
“Semoga melalui Game Talent Indonesia akan menghasilkan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia di bidang game, sehingga bisa menghasilkan karya-karya yang dapat memperkenalkan Indonesia,” ungkap Evawaty Tanuar, Ketua Program Studi Teknik Informatika dari Binus Bandung.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif