Google Assistant Lebih Mampu Pahami Bahasa Inggris Beraksen?

Lufthi Anggraeni 15 September 2018 14:25 WIB
applegoogleamazon
Google Assistant Lebih Mampu Pahami Bahasa Inggris Beraksen?
Hasil pengujian laboratorium Vocalize.ai menunjukan Google Assistant memiliki kemampuan pengenalan suara terbaik.
Jakarta: Laboratorium Vocalize.ai melakukan pengujian pengenalan percakapan kepada Alexa, Google Assistant dan Siri.

Pengujian ini dirancang untuk mengetahui asisten digital dengan kemampuan terbaik dalam mengenali pembicara berbahasa Inggris dengan aksen.

Pengujian ini mengukur respon ketiga asisten digital tersebut terhadap pembicara bahasa Inggris dengan akses Amerika Serikat, India dan Tiongkok. Ketiganya menampilkan performa cukup baik pada pengenalan kata umum, terbaik pada pengenalan ucapan dengan akses Amerika Serikat dan India.


Namun, Google Assistant terbukti lebih baik dalam mengenali pengucapan bahasa Inggris dengan aksen Tiongkok jika dibandingkan dengan dua asisten digital lainnya. Google Assistant memperoleh nilai sempurna pada tiga ronde pengujian tersebut.

Pada pengujian Speech-In-Noise yang memperkenalkan suara sekitar, Google memperoleh nilai sempurna untuk aksen Amerika Serikat, dua persen untuk aksen India dan enam persen untuk akses Tiongkok.

Sementara itu, Siri memperoleh nilai delapan persen, 11 persen dan 14 persen untuk masing-masing aksen.

Alexa memperoleh nilai 11 persen, 15 persen dan 19 persen untuk tiga aksen yang sama. Menurut Vocalize.ai, hasil yang diperoleh Siri dan Alexa serupa pengenalan ucapan manusia penderita performa pendengaran kurang baik.

Pada pengukuran kemampuan ketiga asisten virtual tersebut dengan level volume berbeda, Google Assistant tampil memimpin, diikuti oleh Alexa dan Siri.

Penulis pengujian ini juga menyebut bahwa masyarakat berbahasa Inggris dengan aksen Tiongkok harus berbicara dengan volume suara lebih keras agar Siri dapat memahaminya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.