Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Google for Indonesia 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Google for Indonesia 2019

Pesan Mendikbud Nadiem Makarim untuk Google Indonesia

Teknologi teknologi google Nadiem Makarim
Mohammad Mamduh • 20 November 2019 14:02
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjadi salah satu pembicara dalam acara tahunan Google for Indonesia 2019.
 
Dalam sambutannya, ia menyampaikan beberapa permintaan untuk Google, khususnya terkait pasar Indonesia. Ia memberikan tanggapan positif kepada Google yang telah meluncurkan berbagai program di Tanah Air.
 
“Tolong Google jadikan Indonesia prioritas nomor 1 di dunia,” ungkap Nadiem saat berada di atas panggung. Ia menjelaskan ini momentum yang tepat untuk bekerja sama dengan pemerintah, dan pastinya dalam skala besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jangan hanya skala kecil. Jika program Bangkit awalnya merekrut 300 calon, ayo bekerja sama dengan kita untuk menjadikannya 300 ribu.”
 
Permintaan ini mengacu pada peluncuran Bangkit oleh Google, yaitu program pelatihan keterampilan dan kemampuan digital dengan beberapa topik yang berkaitan dengan teknologi, seperti pembelajaran mesin.
 
Peserta yang tertarik bisa mendaftarkan dirinya mulai hari ini, dan terbatas untuk 300 peserta tanpa dipungut biaya. Nadiem juga menyebut ini saat yang tepat untuk Google bekerja sama dengan pemerintah, karena salah satu misi Kemendikbud adalah tidak hanya menjadi regulator, tetapi juga enabler.
 
Ketimbang mengatur, Nadiem meminta jajaran pihak di kementeriannya untuk melayani publik. Salah satu caranya adalah dengan pemanfaatan teknologi. Namun, ia juga mengingatkan teknologi bukanlah satu-satunya.
 
“Sebenarnya yang penting itu bukan teknologinya, yang penting adalah bagaimana teknologi membentuk manusia. Bagaimana teknologi menjadi multiplier, meningkatkan skalaibilas.”
 
Ia juga menuturkan cara kerja juga harus berbeda, karena teknologi memaksa orang untuk kolaborasi dan memberikan pertanyaan tanpa henti. “Karena pemerintah sedang bertransformasi ke user-centric.”
 
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga menutup ruang untuk bersembunyi. Hal ini mengacu pada transparansi dalam menciptakan satu produk. Ketika produk tidak berhasil dijual, maka statusnya akan terlihat jelas. “Organisasi yang efektif adalah yang bisa berinovasi, dan inovasi tersebut muncul secara otomatis.”
 
Ini juga bermakna pemerintah terbuka untuk berbagai masukan, termasuk dari para pelaku startup menyampaikan apa yang mereka butuhkan. “Harus diubah paradigmanya. Sekarang tak perlu segan terhadap pemerintah.”
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif