Foto: Kominfo
Foto: Kominfo

Efektifkan EWS TV Digital, Kominfo Sosialisasikan Penggunaan STB Terverifikasi

Mohamad Mamduh • 03 Oktober 2024 20:11
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan sosialisasi penggunaan Set Top Box (STB) Televisi Digital terverifikasi kepada masyarakat.
 
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Wayan Toni Supriyanto menyatakan sosialisasi itu ditujukan agar informasi peringatan kebencanaan Early Warning System (EWS) dan Disaster Prevention Information System (DPIS) bisa diakses masyarakat lewat siaran TV Digital.
 
"Sebagai langkah lanjutan Kominfo akan melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait pentingnya menggunakan STB bersertifikasi," ujarnya dalam Peluncuran Sistem Nasional Peringatan Dini Kebencanaan di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa 1 September 2024. 

Dirjen Wayan Toni menjelaskan EWS TV Digital melengkapi penyebaran informasi bencana melalui SMS Blast. “Saat ini bisa diperoleh melalui TV Digital. Masyarakat bisa memperoleh informasi tentang bencana dengan program yang namanya Early Warning System," tuturnya. 
 
Sejak tahun 2016, Kementerian Kominfo yang memiliki tugas dalam bidang komunikasi dan penyiaran turut mendukung penyebarluasan informasi mengenai peringatan dini bencana di Indonesia. 
 
"Kementerian Kominfo turut berperan dalam menghadapi potensi bencana yang terjadi di Indonesia dengan membangun sistem penyebaran informasi kebencanaan. Dan hari ini kita bisa saksikan bagaimana hasilnya," tandas Dirjen PPI Kementerian Kominfo.  
 
Wayan menyampaikan penghargaan atas kolaborasi semua pihak dalam Peluncuran EWS dan DPIS. "Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemerintah Jepang, penyelenggara musk, vendor perangkat TV STB. Terimakasih kepada teman-teman kementerian, lembaga dan pemerintah daerah penyedia informasi bencana yang telah bekerja sama melalui sistem informasi kebencanaan Kominfo," ungkapnya. 
 
Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Daryono menjelaskan Indonesia merupakan kawasan seismik aktif. Terdapat total 13 segmentasi megatrhust, dan lebih dari 295 sesar aktif. 
 
Menurutnya Daryono, letak geografis menjadi tantangan paling berat dalam mendiseminasikan informasi terkait gempa. Namun demikian, itu meyakini EWS dan DPIS merupakan inovasi untuk membantu mempercepat penyebaran informasi gempa. "Dengan inovasi yang dibuat oleh Kementerian Kominfo ini, kita sangat terbantu," ungkapnya. 
 
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengaprisasi Kementerian Kominfo yang telah meluncurkan sistem penyampaian informasi bencana dan sistem penguatan informasi bencana.  "Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kominfo," tandasnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan